Ngopi di Hari Jumat

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

30 Desember 2019 06:01 WIB
Perspektif | Rilis ID
Husna Purnama, S.E., M.E.P, Dosen Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Saburai
Rilis ID
Husna Purnama, S.E., M.E.P, Dosen Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Saburai

”Kalau dulu, petani kopi di Lampung Barat kaya-kaya. Sekali panen kopi mereka bisa membeli apa saja untuk kebutuhan rumah tangganya, termasuk kulkas padahal belum ada aliran listrik zaman itu,” tutur Iwan.

Namun, beberapa tahun belakangan, petani kopi di daerah tersebut mulai surut kehidupannya. Tanaman kopi tidak dapat diandalkan lagi untuk memodali kebutuhan rumah tangganya. Produksi biji kopi terus menyusut per hektarenya, harganya pun anjlok.

”Kalau panen kopi, sudah tidak seperti dulu lagi, harga sudah pasti turun,” ujarnya.

Tanaman kopi yang dimiliki petani rata-rata turun temurun. Tanaman tua yang menyebabkan produksi biji kopi terus merosot, sedangkan peremajaan tanaman kopi terhambat, selain karena petaninya sendiri tidak mau, juga tidak seriusnya pemerintah untuk melakukan program peremajaan tanaman kopi di Lampung Barat.

”Pembinaan dan pelatihan kepada petani kopi di sini memang masih kurang,” katanya (Republika, 7/8/19).

Masuknya kopi impor asal Negara Vietnam turut menyuramkan produk kopi asli dari Lampung. Ulah para importir telah merusak tatanan perkopian di Lampung. Kopi impor dengan kualitas buruk dan harga murah diduga dioplos dengan kopi lokal lalu diekspor kembali, sehingga kualitas kopi asal Lampung merosot di mata dunia.

Oleh karena itu, pemerintah daerah seharusnya terus gencar melakukan pembinaan dan pelatihan kepada para petani kopi di Lampung, terutama di Kabupaten Lampung Barat dan Tanggamus.

Perlunya program peremajaan tanaman kopi yang tua, akan meningkatkan produksi dan mutu biji kopi tersebut agar kopi asal Lampung dapat diterima di negara ekspor.

Untuk membangkitkan lagi kejayaan petani kopi di Kabupaten Lampung Barat khususnya, maka perlu proses mengubah budaya berkebun kopi yang menuju modern.

Selama ini, sebagian besar petani kopi di daerah tersebut mewarisi budaya berkebun secara turun temurun yang sebagian kurang cocok lagi di era sekarang, yaitu mulai dari pemupukan, pemeliharaan, panen, penjemuran, sampai menjaga mutu biji kopinya.

Menampilkan halaman 4 dari 5

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya