Menolak Lupa

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

12 Juni 2020 09:00 WIB
Perspektif | Rilis ID
Oleh: Wirahadikusumah
Rilis ID
Oleh: Wirahadikusumah

Seperti gabah, jagung, cabai rawit, cabai hijau, cabai merah, dan beberapa jenis sayuran dan tanaman obat, kopi, karet, kelapa sawit, dan beberapa jenis ikan tangkap.

Kenaikan hanya pada subsektor peternakan dan perikanan budidaya mengalami kenaikan, seperti ternak besar, ternak kecil, unggas, dan telur itik/bebek, dan beberapa ikan budidaya.

BPS Lampung juga melaporkan, pada Mei 2020, harga gabah kering panen (GKP) di petani turun 10,5 persen.

Bicara tentang data BPS ini, saya jadi ingat tulisan guru saya Abah Dahlan Iskan. Yang berjudul: ”Defisit BPS”.

Dalam tulisannya itu, ia menjelaskan, BPS adalah lembaga data. Yang harus mengumumkan hitam adalah hitam. Putih bukanlah jingga.

Data tidak beragama. Tidak bersuku bangsa. Dan tidak berpartai.

Memang di negara otoriter data sering dijadikan alat politik. Dimainkan. Disembunyikan. Diungkap-ungkapkan.

Data diperlakukan semaunya yang berkuasa. Meski akhirnya ketahuan juga: tidak cocok dengan kenyataan. Atau tidak sesuai dengan yang dirasakan.

Maka kita harus menerima data BPS yang diungkapkan itu sebagai data.

Datanya: Mei 2020 NTP Lampung merosot 1,6 persen.

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya