Mengembalikan Indonesia
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Sekarang ini kita memasuki era yang sangat jauh berbeda, fragmentasi masyarakat sangat tajam dan konflik kepentingan sangat kuat, sehingga persatuan dan kesatuan bangsa sulit terwujud.
Indonesia Butuh Calon Pemimpin Besar
Pada situasi ini diperlukan sosok pemimpin yang jauh lebih hebat dari pada pemimpin di era perjuangan. Indonesia memerlukan sosok calon pemimpin besar, yang entah kapan dan dari mana munculnya.
Pengalaman sejarah dunia memperlihatkan bahwa pemimpin besar tidaklah muncul begitu saja. Biasanya ia akan lahir dari suatu sistem kompetisi dan seleksi serta atmosfer regulasi yang kondusif. Nah, kondisi inilah yang belum kita miliki terutama sejak era reformasi 1998.
Saat ini bangsa kita sedang terperangkap oleh regulasi di bidang politik yang centang perenang dan mengunci demokrasi. Tega banget mereka yang menyusunnya. Kondisi ini tidak kondusif untuk melahirkan pemimpin besar.
Sampai sekarang, sebagai bangsa kita belum menemukan cara untuk ke luar dari perangkap keji tersebut.
Setelah berpikir keras, belum juga muncul alternatif jalan ke luar yang prospektif. Tetapi sempat terlintas kemungkinan peran para akademisi, media massa (pers), tokoh agama, cendekiawan, serta para pemerhati bangsa yang mencerahkan untuk bersinergi menyajikan alternatif jalan ke luar yang terbaik.
Meskipun hanya “terlintas” tetapi hal ini membuat saya semakin bersemangat, mungkin terlalu bersemangat ya, sehingga akhirnya pelan-pelan saya mulai mendengar suara isteri saya, “kiai bangun, bentar lagi azan Subuh”. Dirgahayu Indonesia. Mari kita kembalikan Indonesia menuju cita-cita proklamasinya. Tabik Pun! (*)
Erwanto
Dosen FP Unila
Unila
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
