Mati Bersama Esti
Wirahadikusumah
Dia tahu, keputusan itu sudah incracht. Untuk itu, dia tak berharap ada balasan atas surat itu. Terpenting menurutnya, DKPP tahu isi hatinya. Terkait keputusan pemecatannya itu.
Saya sempat membaca sekilas fotokopian surat keberatan Mbak Esti itu. Bahkan, saya juga meminta Agus dan Taufik memotretnya menggunakan handphone.
Intinya, isi surat itu menyatakan keberatan Mbak Esti. Yang menilai keputusan tersebut tidak memenuhi rasa keadilan. Dan dipolitisasi.
Menurutnya, dari awal rekrutmen sebagai komisioner KPU Provinsi Lampung, banyak pihak yang tidak menginginkannya menjabat. Termasuk pihak pelapor. Yang dalam surat itu tertulis atas nama Budiyono dan kelompoknya.
Dalam surat itu juga, Esti menyatakan akan menempuh upaya hukum dan mencari keadilan. Untuk menyatakan dirinya tidak bersalah.
Surat itu ditembuskannya ke KPU dan Bawaslu RI. Juga KPU dan Bawaslu Provinsi Lampung.
Usai membaca surat itu, saya memutuskan untuk langsung bertanya ke intinya. Tentang pernyataannya di grup Info KPU. Mengenai ada pihak lain yang dituliskannya terlibat. Dalam proses rekrutmen KPU.
Saya katakan kepadanya, di grup itu, hanya ada komisioner KPU Lampung, seorang mantan komisioner, dan wartawan. Karena itu, siapakah yang dimaksud olehnya?
Sayang, Mbak Esti tidak mau membukanya. Alasannya, ia sedang mengumpulkan bukti-bukti. Selain bukti lain yang sudah dipegangnya saat ini.
Dia khawatir, jika buktinya tidak cukup, akan menjadi fitnah. Dan menurutnya, fitnah itu sudah dirasakannya. Dalam peristiwa yang membelitnya saat ini.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
