Mati Bersama Esti

Wirahadikusumah

Wirahadikusumah

15 Februari 2020 15:08 WIB
Perspektif | Rilis ID
Wirahadikusumah.
Rilis ID
Wirahadikusumah.

Sangat sederhana untuk ukuran rumah seorang pejabat penyelenggara pemilu provinsi. Yang gaji perbulannya saya yakin sampai dua digit.

Lokasi rumah itu berada di ujung jalan. Dan buntu. Tetangganya hanya ada di sebelah kanan. Sementara kirinya bertetangga dengan kuburan warga setempat. Juga hamparan sawah.

Saat masuk ke kediamannya, ternyata sudah ada dua wartawan media lain. Mereka juga sedang mewawancarai Esti.

Usai bersalaman dan saling mengenalkan diri, saya memilih menunggu dua wartawan tadi menyelesaikan tugasnya. Setelah mereka pulang, gantian saya yang mewawancari Mbak Esti.

Saya katakan kepadanya, saya turut prihatin atas persoalan yang dihadapinya.

Saya pun mengaku salut dengannya. Sebab, raut wajahnya saat itu tak menampakkan kesedihan. Atas keputusan DKPP yang memecatnya. Sebagai komisioner KPU Provinsi Lampung.

Dia mengaku, hanya sempat sedih sesaat. Ketika mendengar keputusan DKPP itu. Namun, dia sadar, harus kuat menghadapi persoalannya. Karena, menurutnya, tak ada guna bersedih lama-lama.

”Toh, tidak akan mengubah keputusan DKPP itu kan?” katanya.

Karenanya, Mbak Esti mengatakan, dirinya sudah mengirimkan surat keberatan. Kepada DKPP. Yang memecat dirinya sebagai komisioner KPU Provinsi Lampung. Surat itu sudah dilayangkan melalui kantor pos.

Menampilkan halaman 2 dari 6

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya