Literasi Multimodal, Kompetensi Mutakhir Bagi Siswa pada Pembelajaran Abad 21
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — HAMPIR tiga tahun kasus pandemi Covid-19 belum juga berakhir, khususnya di Indonesia. Hal ini mengakibatkan kegiatan belajar mengajar dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi maupun universitas belum sepenuhnya dilaksanakan secara tatap muka atau luring.
Meskipun nantinya kasus tersebut berakhir, pengajaran dengan mode dalam jaringan atau daring tetap akan diterapkan bahkan permanen.
Hal ini senada dengan wacana pemerintah ke depan seperti pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR. Ia juga menyatakan bahwa mode pembelajaran tidak akan dilakasanakan full pembelajaran jarak jauh, namun dengan mode hybrid.
Lebih jauh, di era digital saat ini, hal yang mendasar dalam kegiatan belajar mengajar ialah pemanfaatan teknologi.
Pemanfaatan teknologi selaras dengan kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa dalam pembelajaran abad-21.
Ada empat keterampilan yang harus dikuasai siswa pada pembelajaran abad-21, yaitu daya cipta dan inovasi, berpikir kritis & pemecahan masalah, kerjasama, dan komunikasi.
1. Daya cipta dan inovasi
Keterampilan daya cipta dan inovasi menuntut siswa dalam membiasakan diri dalam mengemukakan idenya sehingga sudut pandangnya menjadi luas.
2. Berpikir kritis & pemecahan masalah
Berpikir kritis & pemecahan masalah merupakan jenis kompetensi yang menuntut siswa untuk memiliki penalaran yang masuk akal dan dapat berpikir deduktif induktif secara mandiri sehingga dapat menyelesaikan masalah secara komprehensif.
Universitas Teknokrat Indonesia
Literasi Multimodal
Kompetensi Mutakhir Bagi Siswa pada Pembelajaran Abad 21
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
