Kontraksi Ekonomi
lampung@rilis.id
RILISID, — Saya biasanya tidak terlalu memperdulikan angka-angka tentang perekonomian. Terutama yang dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS).
Sebab, saya tidak terlalu mengerti istilah-istilah bahasa dalam ilmu ekonomi. Yang sering digunakan BPS. Saat melaporkan data-data soal perekonomian.
Contohnya: year over year (yoy). Nilai tukar petani (NTP). Produk domestik regional bruto (PDRB). Dan lainnya.
Namun, subuh tadi (7/8/2020), saya seakan "dipaksa" harus lebih mengerti. Dan lebih banyak tahu. Tentang kondisi perekonomian. Pun istilah-istilah bahasanya.
Itu karena saya membaca artikel berjudul "Minus 5 Persen". Yang ditulis Abah Dahlan Iskan. Di website pribadinya: Disway.id.
Usai membaca artikel itu, saya langsung membuka situs BPS Lampung. Untuk mencari tahu, bagaimana kondisi perekonomian triwulan II provinsi ini.
Hasilnya?
Lampung sedang mengalami kontraksi ekonomi.
Nah kan! Apalagi itu kontraksi ekonomi?
Ternyata, istilah yang sering dipakai pada ibu hamil, ada juga dalam ilmu ekonomi.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
