Kebangkitan dan Krisis Imaji Kebangsaan
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — HARI ini bertepatan 20 Mei 2022, bangsa Indonesia memperingati hari Kebangkitan Nasional ke-114. Usia yang cukup tua dan seharusnya telah mampu mematangkan nilai-nilai dari semangat kebangkitan itu sendiri.
Di masa lalu bangsa kita pernah jaya pada zaman kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Bahkan pada zaman Majapahit telah terikrar penyatuan Nusantara oleh patih Gajah Mada dengan sumpah Palapa-nya. Bahkan penyatuan Nusantara ini jauh lebih luas dari cakupan organisasi Boedi Oetomo yang saat itu hanya meliputi Pulau Jawa.
Momentum berdirinya Boedi Oetomo secara politis telah kita sepakati sebagai tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia di dalam mencapai kemerdekaan. Bahkan, secara kultural historis, para ahli sejarah dan pakar politik selalu menempatkan peristiwa tersebut sebagai titik awal pergerakan dimulainya perjalanan sejarah baru bagi bangsa Indonesia.
Dalam perjalanan waktu, kemudian dipertegas dengan ikrar Sumpah Pemuda yang merupakan bukti otentik di mana pada 28 Oktober 1928 bangsa Indonesia dilahirkan. Suatu bangsa yang dibangun di atas dasar sebuah keinginan yang kuat, dilandasi semangat perjuangan yang tidak dibatasi dengan waktu demi untuk melepaskan diri dari kekuasaan kaum kolonialis.
Kondisi ketertindasan inilah sesungguhnya yang telah mendorong para pemuda untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat hidup orang Indonesia. Tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.
Makna penting di balik peristiwa tersebut adalah keberanian kaum muda dalam menolak kembali kehadiran kolonialisme di negeri ini. Hal itu jelas tidak akan terwujud tanpa adanya kesadaran kolektif atas imaji kebangsaan yang dicita-citakan.
Imaji kebangsaan memiliki kekuatan luar biasa dalam menggerakkan pikiran dan tindakan kaum muda untuk berani menentang kembali kolonialisme dan neokolonialisme yang mengancam eksistensi negara dan bangsa.
Di masa itu, kekuatan imaji kebangsaan kaum muda dapat diandalkan dalam meraih cita-cita mulia negara yang merdeka dan berdaulat. Bagaimana dengan kondisi saat ini? Masihkah nilai-nilai kepahlawanan kaum muda dapat diandalkan dalam menopang kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara?
Sejarah mencatat, di belahan bumi manapun kaum muda merupakan pilar utama bagi negaranya. Jika kaum muda tidak lagi memiliki imaji kebangsaan yang kuat dan kokoh, maka sebuah negeri bisa terancam mengalami keruntuhan.
Jujur harus diakui bahwa wajah negeri kita saat ini semakin diwarnai dengan runtuhnya solidaritas sosial, menguatnya kesenjangan sosial, melemahnya kepercayaan publik, ancaman krisis ekonomi, tingginya angka pengangguran, merebaknya kasus korupsi dan berbagai potensi ancaman bencana sosial, yang jika tidak terkelola dengan maksimal akan dapat memperkuat krisis imaji kebangsaan.
Boedi Oetomo
Hari Kebangkitan Nasional
20 Mei
Krisis Kebangsaan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
