Berharap Semua Suka? Percuma!
lampung@rilis.id
Sebelas abad yang silam, demi menjaga kemurnian hati, muncul sekelompok orang yang berprilaku tak lazim. Alih-alih memamerkan kebaikan, mereka sengaja menampakkan perbuatan-perbuatan yang jelek di hadapan manusia, agar orang lain mencelanya.
”Peduli apa dengan penilaian manusia, biarlah penilaian mutlak urusan Tuhan,” demikian keyakinan mereka.
Lelaku demikian biasa diperlihatkan oleh penganut suluk Malamatiyah. Nama yang berasal dari kata ”malamah” yang artinya celaan. Melawan ego dan mengikis rasa sombong adalah ciri utama pencapaian penganut suluk ini.(*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
