Berharap Semua Suka? Percuma!
lampung@rilis.id
RILISID, — ”Saya capek paaak!!! Bapak tau gak? Saya tadi barusan nganter jamaah ke Rumah Sakit! Melayani yang lain-lain juga!”
Emosi si dokter sudah mentok di ubun-ubun. Tak terima disalahkan terus. Ia meradang, mendamprat siapa pun yang ada di hadapannya. Kesan kalem yang selama ini saya tangkap dari sosoknya, tiba-tiba sirna seketika.
Potongan fragmen itu terjadi pada musim haji lima tahun lalu. Tepat di ruang depan bagian kamar yang disulap menjadi ruang layanan di salah satu hotel tak jauh dari Masjid Nabawi.
Kala itu, saya bersama seorang dokter, dua paramedis, dan seorang pembimbing ibadah tengah melaksanakan misi pelayanan terhadap 450 jamaah haji.
Sungguh tak mudah memimpin pasukan sebesar itu. Lima petugas harus melayani hampir semua urusan. Dari yang paling serius hingga yang kecil dan remeh-temeh. Dari merespons pertanyaan sekitar rukun, wajib, dan sunah haji hingga rengekan sepasang pengantin baru yang minta kamar khusus supaya leluasa sunnah rasul.
Setelah suasana reda, saya mendekatinya. Tentu setelah memastikannya tak bakal lanjut melabrak saya. Beruntung, dulu pernah nyantri psikologi langsung dari mendiang Prof. Sarlito Wirawan Sarwono. Sekadar mendeteksi hal-hal semacam ini, dikit-dikit bisa lah.
”Dok, apa perlu membela diri seperti tadi?” tanya saya pelan.
”Percuma kita jelasin kepada semua orang bahwa kita gak salah. Bikin capek saja,” lanjut saya bak Guru BK yang sedang menasehati siswanya.
Dari 450 jamaah, memang ada tipikal yang gampang nyolot dan menyalahkan petugas karena dianggap tak cukup siaga. Lebih-lebih mereka yang merasa punya status sosial di atas rata-rata. Hanya karena pas mereka butuh, petugasnya nggak ada, lantas meradang seolah petugas tidak bekerja. Celakanya ada anggapan para petugas yang lima orang tersebut dibayar melalui ongkos haji mereka. Anggapan salah tersebut membuat mereka tambah jumawa.
Tapi saya yakin, itu semua karena ketidaktahuan belaka. Justru, karena saking siaganya, saat itu kami semua berada di luar. Dua mengantar jamaah emergency ke rumah sakit, dua lainnya sedang berkeliling memeriksa beberapa jamaah lanjut usia yang butuh pertolongan. Saya sendiri selaku ketua sedang menyampaikan laporan kondisi jamaah ke petugas sektor.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
