Apa yang Kita Wariskan?
lampung@rilis.id
Sebagaimana kata Julius Caesar dalam lakon Shakespeare: ”A coward dies thousand times before his death. But the valiant taste the death but once”
Gus Dur adalah oase. Di tengah ramainya para demagog yang gemar menghasut massa demi kuasa, ia mewariskan elegannya laku ksatria yang tak sudi menggadai bangsa.
”Adakah yang tahu kapan saat kembali?”
Setelah kembali, siapa peduli?
Atau hilang ditelan bumi?
Masihkah ngotot membanting tulang untuk mewariskan ”hanya” pada anak dan keluarga saja?
Ataukah ada sesuatu yang lebih luas yang ingin diwariskan demi maslahat peri kehidupan sosial?”
”Kita semua hidup di bawah langit yang sama, tapi tak semua dari kita punya horison yang sama" Begitu kata Konrad Adenauer negarawan Jerman.(*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
