Apa yang Kita Wariskan?
lampung@rilis.id
Tentu omzet segitu tak seupil omzet si anak singkong Chairil Tanjung apalagi 9 naga Indonesia. Tapi keberhasilannya melakukan pemberdayaan warga, membuat saya patut mengikhlaskan semua jempol yang saya punya untuk mengapresiasi rintisannya.
Cerita lain tentang bentuk legacy juga ditemukan pada seorang esais produktif yang namanya melegenda di jagat tulis-menulis Nusantara. Tulisannya yang reflektif dengan gaya tutur jenaka tersebar di berbagai media.
"Kini saya merasa lebih ikhlas seandainya harus tutup usia" begitu akunya bak filusuf sesaat setelah penerbitan bukunya.
Mungkin terkesan lebay, tapi demikiankah perasaan plong yang mengisi rongga dadanya. Hidupnya terasa penuh makna dan tak sia-sia. Refleksinya terhadap beragam isu sosial menjadi sajian kontemplatif bagi bangsa yang lelah dengan traffic informasi yang tak kunjung menjadi pengetahuan apalagi melahirkan kebijaksanaan.
”Where is the wisdom we have lost in knowledge?
Where is the knowledge we have lost in information?”
Demikian kegelisahan Thomas Stearns Eliot menatap nasib manusia abad ini. Manusia yang sering gagal mencerna makna dari segala peristiwa padahal dengan segala limpahan informasi dan kemudahan mengaksesnya.
Di sinilah ruang besar terhampar luas bagi para penulis. Tantangan untuk mengolah beragam informasi dan peristiwa yang dianggap biasa menjadi sesuatu yang bermakna setelah dikuliti melalui pemaknaan yang reflektif.
Menyajkan alternatif bacaan bernas nan kontemplatif sebagai rest area bagi masyarakat yang lelah diberondong suguhan copas di medsos yang tak steril dari hoax bahkan tak jarang bernada provokatif. Menyelamatkan anak bangsa dari korban agitasi dan provokasi para demagog yang menghalalkan segala cara. Menjamin stabilitas kesehatan mental agar tetap waras dan bahagia.
Saya mengikuti beragam karya yang dihasilkan beberapa penulis produktif. Dari yang gaek hingga yang belia, dari yang analisisnya berat dan karnanya harus berkali-kali mengernyitkan kening hingga yang ringan, mengalir dan ngocol yang membuat saya tertawa terpingkal-pingkal.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
