Membedah Algoritma Puitis ‘Satu Ciuman, Dua Pelukan’ Karya Isbedy Stiawan
Gueade
Bandar Lampung
“Ini puisi kontradiktif, dan keren!” ujar Ari. Dia juga mengajak pengunjung agar selalu “jatuh cinta” dalam makna positif.
Sebelumnya, Ketua Panitia Fitri Angraini menjelaskan, diskusi yang dimoderatori Edi Siswanto dosen Unila ini, diawali dengan pembacaan puisi oleh seniman dan pelajar serta mahasiswa.
Peluncuran ini dihadiri tak kurang 100 undangan. Seperti, Iin Zakaria, Iswadi Pratama, Dzafira Adelia Putri Isbedy (pelajar SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro), Nurul Arifah dan rekanya dari Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), Juwita Panca Pratiwi (Universitas Muhammadiyah Kotabumi), Febri Riakudu, dan Diah Rizki Nur Khalifah UIN Raden Intan Lampung),
Tampak hadir dalam peluncuran buku puisi Isbedy yang terbit Januari 2025 ini adalah Arman AZ, Imas Sobariah, Kepala Taman Budaya Lampung Ingga Setiawati, Kepala TU TBL Diana Rosa, perwakilan Dimas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung, Djuhardi Basri, Yulizar Lubay, Alexander GB, Jauhari Zailani, Ketua LSB Muhammadiyah Lampung Slamet Risnanyo, Arief Mulyadin, Maman Teater Jabal Tanggamus, Rio Fauzul, dan Ahmad Mufid.
Civitas perguruan tinggi di Lampung juga meramaikan peluncuran ini, lanjut Fitri Angraini, di antaranya STIT Pringsewu, UIN RI Lampung, UTI, Unila, STKIP PGRI Bandar Lampung, UKMBS Unila, KSS FKIP Unila.
“Saya bersyukur acara ini sukses, dan berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung sehingga terlaksana,” tutup Fitri Angraini. (*)
Isbedy Stiawan ZS
Puisi
Lampung
Bandar Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
