Belum Sejahtera, Begini Kondisi Jurnalis Perempuan Lampung
Gueade
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung melalui Bidang Gender, Anak, Perempuan, dan Kelompok Marginal merilis hasil pemetaan kondisi kerja jurnalis perempuan di Provinsi Lampung.
Survei dilaksanakan pada 4-25 November 2025 dan diikuti oleh 47 jurnalis perempuan dari berbagai kabupaten/kota di Lampung.
Sebanyak 61,7% responden bertugas di Bandar Lampung dan 12,8% di tingkat provinsi.
Sementara, sisanya tersebar di sejumlah kabupaten/kota seperti Way Kanan, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Utara, Lampung Barat, Pringsewu, Tulang Bawang Barat, Tanggamus, dan Metro.
Responden didominasi usia 31–40 tahun (40,4%) dan 21–30 tahun (38,3%).
Sebagian besar bekerja sebagai reporter/jurnalis (70,2%) dengan pengalaman kerja 1–5 tahun (44,7%).
Dari sisi status kepegawaian, 57,4% berstatus karyawan tetap, 25,5% kontrak, dan 17% freelance/kontributor.
Sebanyak 57,4% responden telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan 63,8% pernah mengikuti pelatihan jurnalistik berperspektif gender.
Kebutuhan pelatihan yang paling mendesak meliputi pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam jurnalistik (31,9%), peningkatan kepemimpinan jurnalis perempuan (27,7%), keamanan digital (27,7%), serta pencegahan kekerasan seksual (12,8%).
Sebanyak 51,1% responden bekerja 40–50 jam per minggu, dan 29,8% bekerja lebih dari 50 jam per minggu. Namun, persoalan kesejahteraan masih menjadi tantangan.
Jurnalis Perempuan
Lampung
AJI
Bandar Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
