Panen Raya
lampung@rilis.id
Namun sebagai prajurit Broto harus patuh. Apalagi Mayjen Harto mengandalkannya untuk menangkap ketua Partai Komunis yang melarikan diri ke Jawa Tengah.
”Bawa pasukanmu ke Jawa Tengah, segera tangkap ketua Partai Komunis yang melarikan diri ke sana. Bereskan itu semua,” perintah Mayjen Harto kepadanya. Dalam hitungan jam ia segera menggerakkan pasukannya kembali ke Solo.
Tepat di tubir senja pasukannya berhasil menangkap seorang kader Partai Komunis. Suparto adalah kepercayaan sang ketua untuk mencari tempat persembunyian yang aman.
Lelaki setengah tua itu hanya bisa pasrah ketika beberapa orang bersenjata menghentikan laju sepedanya dan segera membawanya menuju markas Brigif IV Surakarta.
Munculnya desas-desus bahwa ketua Partai Komunis melarikan diri ke Solo membuat gerak-gerik Suparto dan beberapa kader partai dibayangi pihak intelijen militer.
Penguasa yakin bahwa rumah-rumah kader partai Komunis merupakan tempat bersembunyi yang aman dan terpercaya bagi sang ketua partai.
Sejak tragedi penculikan dan pembantaian enam jenderal Angkatan Darat dan seorang perwira pertama, hampir semua kader Partai Komunis di Solo melarikan diri atau meniarapkan aktivitasnya. Hanya beberapa orang yang masih berusaha bergerak tak terlihat seperti hantu.
Tetapi mereka terlampau sedikit dan begitu mudah diawasi oleh pihak berkuasa. Salah seorang di antaranya adalah Suparto yang kesetiaan terhadap sang ketua partai tak perlu diragukan.
Ia sabar mengawal sang ketua mencari tempat persembunyian teraman. Berpindah-pindah dari satu rumah kader partai menuju rumah kader partai lainnya mereka lalui demi menghindari penangkapan.
* * *
SEBUAH ruang interogasi menunggu Suparto dengan senyum terbengis dan terkejam. Pertanyaan demi pertanyaan diajukan interogator. Pertanyaan yang menggiringnya agar membuka rahasia tempat persembunyian sang ketua tercinta. Suparto sadar ia dijebak. Namun ia tak sudi membocorkan persembunyian Kawan Ketua apalagi hendak bekerjasama dengan tentara.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
