Panen Raya
lampung@rilis.id
Dan Broto pun kini menikmati lembutnya kursi jabatan Gubernur Lampung di atas mayat penasaran Amat dan tumpukan bangkai kaum komunis tak bahagia.
Ia hirup segelas kopi Lampung. Kemudian pelan-pelan dihisapnya cerutu berkelas, impor dari negara komunis Kuba.
Sedap. Nikmat apa lagi yang hendak kaudustakan, wahai Broto? (*)
Hentian Kajang, Malaysia-Bandarlampung, 2006-2007
PENGARANG CERITA
Muhammad Harya Ramdhoni Julizarsyah, Ph.D, meraih Hadiah Rancage Sastra Lampung 2018 untuk buku kumpulan puisi berbahasa Lampung “Semilau” (Pustaka Labrak, 2017).
Novel pertamanya "Perempuan Penunggang Harimau” (BE Press, 2011) disusul kumcer “Kitab Hikayat Orang-orang yang Berjalan di Atas Air” (Koekoesan, 2012/edisi e-book 2020); kumcer “Mirah Delima Bang Amat” (Ladang Publishing, 2017); dan buku puisi “Sihir Lelaki Gunung” (Ladang Publishing, 2018). Karya mutakhirnya kumpulan cerpen “Kitab Pernong” akan terbit pada akhir tahun 2020.
Ramdhoni menamatkan Ph.D (2014) dan M.Soc.Sc Sains Politik (2006) dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Alumnus S1 Ilmu Pemerintahan Universitas Lampung (2004) ini merupakan Direktur Eksekutif Sakala Institute Research and Consultant.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
