Operasi Pemisahan Kembar Siam di RSUDAM Libatkan 70 Dokter

Muhaimin Abdullah

Muhaimin Abdullah

Bandarlampung

14 Maret 2023 14:53 WIB
Humaniora | Rilis ID
Jumpa pers operasi pemisahan kembar siam di RSUDAM, Selasa (14/3/2023). Foto: Muhaimin
Rilis ID
Jumpa pers operasi pemisahan kembar siam di RSUDAM, Selasa (14/3/2023). Foto: Muhaimin

"Yang nempel dada bagian bawah kemudian lever. Sementara organ yang lain terpisah," ujarnya.

Billy menyampaikan bayi berasal dari Bunga Mayang, Kotabumi, Lampung Utara.

Dia memprediksi kemungkinan pemisahan berhasil adalah 85 persen. Namun, tetap saja akan ada risiko karena lever yang dempet.

"Karena liver itu banyak syaraf jadi risiko terbesar adalah pendarahan. Namun, kita sudah mengantisipasi itu," ungkapnya.

Sementara, untuk tulang dada bagian bawah, karena rongga dada yang tidak menyatu, segala risiko sudah diantisipasi. 

Ia juga menerangkan alasan menunggu bayi berusia satu tahun lebih. Ini dikarenakan pihaknya menunggu pematangan organ dari bayi kembar siam. 

"Sebenarnya umur enam bulan pun bisa dilakukan pemisahan. Tapi, sifatnya emergensi," terangnya. 

Pemisahan emergensi dilakukan jika kondisi salah satu dari si kembar memburuk. 

"Tapi ini setelah dipantau satu tahun, ternyata kondisinya baik sehingga pemisahan tidak emergensi," lanjutnya.

Untuk pemulihan pascaoperasi, Billy mengungkapkan tergantung hasil sesudah tindakan. 

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

Pemisahan Kembar Siam

Kembar Siam

RSUDAM

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya