Menyiapkan Rumah bagi 16 Kukang Sumatera di TNBBS

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

25 Februari 2019 16:21 WIB
Humaniora | Rilis ID
Sebanyak 16 Kukang Sumatera dibawa ke TNBBS. FOTO: MEDIA AND COMMUNICATIONS OFFICER IAR INDONESIA
Rilis ID
Sebanyak 16 Kukang Sumatera dibawa ke TNBBS. FOTO: MEDIA AND COMMUNICATIONS OFFICER IAR INDONESIA

Proses ini bertujuan agar mereka dapat memulihkan kondisinya setelah melalui perjalanan panjang sekaligus beradaptasi di lingkungan barunya.

Huda menambahkan, habituasi yang menjadi tempat tinggal sementara kukang ini berupa lahan terbuka yang dikelilingi pagar fiber sebagai pembatas.

Di dalamnya, terdapat berbagai jenis pepohonan alami untuk pakan dan tempat tidur kukang. Selama sekitar dua hingga empat minggu mereka dibiarkan mengenal lingkungan barunya.

Selama proses habituasi, tim pemantau dari IAR Indonesia dibantu masyarakat lokal setiap malamnya akan tetap mengamati dan mencatat perkembangan perilaku primata nokturnal tersebut.

Jika selama masa habituasi semua kukang terlihat aktif dan tidak menunjukan perilaku abnormal, barulah mereka benar-benar bisa dilepasliarkan ke alam bebas.

Untuk mengembalikan kukang ke alam liar, faktanya tidak semudah memburu atau mengambilnya di alam. Menurut Huda, membutuhkan tenaga dan biaya besar untuk mempersiapkan kukang kembali ke habitatnya.

Proses dan tahapan yang harus dilalui juga membutuhkan waktu relatif panjang dan harus sesuai standar prosedur operasional yang ketat.

Selain itu, penilaian habitat di lokasi pelepasliaran, habituasi, kemudian pemantauan pascalepasliar hingga dinyatakan sukses bertahan hidup di alam adalah proses yang harus dilalui dengan detail dan seksama.

Pemantauan pasca pelepasliaran akan berlangsung minimal 6 bulan. Proses pemantauan dibantu dengan radio transmitter. Kukang dipasangi radio collar yang akan memancarkan sinyal ke radio receiver, alat tersebut membantu tim monitoring kukang untuk mengetahui keberadaannya dan memantau perkembangan adaptasinya di alam.

Program pelepasliaran kukang sumatera ke Taman Nasional Bukit Barisan Selatan ini merupakan kerjasama IAR Indonesia dengan Balai Besar TNBBS.

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Adi Pranoto
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya