Kepala Satgas Budaya Darmajaya: Budayakan Rasa Empati di Lingkungan Kerja!

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

BANDARLAMPUNG

9 November 2020 21:30 WIB
Humaniora | Rilis ID
 Kepala Satgas Budaya The Best Darmajaya yang juga Kepala Gerakan Disiplin Kampus (GDK) Ustaz H. Suratno, S.PdI, M.H, saat memberikan kajian mingguan di ruang Desain Grafis dan Digital Marketing (DGDM), gedung Pascasarjana, Senin (9/11/2020)./FOTO ISTIMEWA
Rilis ID
Kepala Satgas Budaya The Best Darmajaya yang juga Kepala Gerakan Disiplin Kampus (GDK) Ustaz H. Suratno, S.PdI, M.H, saat memberikan kajian mingguan di ruang Desain Grafis dan Digital Marketing (DGDM), gedung Pascasarjana, Senin (9/11/2020)./FOTO ISTIMEWA

RILISID, BANDARLAMPUNG — Empati adalah menempatkan diri sendiri dan mengidentifikasi diri seperti orang lain yang sedang merasakan masalah. Saat ini, banyak orang berpikir empati dan simpati sama, padahal berbeda.

Demikian disampaikan Kepala Satgas Budaya The Best Darmajaya yang juga Kepala Gerakan Disiplin Kampus (GDK) Ustaz H. Suratno, S.PdI, M.H, saat memberikan kajian mingguan di ruang Desain Grafis dan Digital Marketing (DGDM), gedung Pascasarjana, Senin (9/11/2020).

Dalam kajian membahas Empati dari Budaya ”The Best” (Taqwa, Heart, Empathy, Brilliant, Energetic, Sympathy, dan Trusworthy) itu, Suratno juga mengatakan bahwa Empati lebih merasakan sangat dalam karena kita pernah mengalami

Saat memberikan kajian The Best kepada Bagian dan staf di lingkungan Biro Humas, kerjasama, Pemasaran, dan International Office (BHKPI) itu, Suratno juga menjelaskan soal membangun empati dalam lingkungan pekerjaan. Pada kesempatan itu, Suratno juga memaparkan beberapa hasil survei.

Menurut dia, berdasarkan hasil survei, 92 persen empati merupakan faktor utama mempertahankan karyawan. Selain itu, 80 persen dari milenial meninggalkan kantor karena kurang empati, 77 persen karyawan lebih lama di tempat kerja karena adanya empati.

Dia menambahkan, ada beberapa cara menumbuhkan empati dalam diri setiap orang atau karyawan. Yaitu, dengan cara belajar mendengarkan dengan baik dan hati-hati, peduli dan perhatian dengan lawan bicara, serta mampu membangun komunikasi terbuka. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Wirahadikusumah
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya