Benny 'Tantang' Lampung Bikin Workshop Film Lengkap
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Sinematografer kawakan Indonesia, Benny Kadarhariarto, menghadiri penutupan gelaran 15th Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) Community Forum di Lampung, Sabtu (27/11/2020).
CEO of DSLR Cinematography Indonesia tersebut memang saat ini sedang berada di Lampung dalam rangka Festival Film Mahasiswa Indonesia (FFMI) sebagai juri.
Benny mengaku sudah empat kali menjuri di Lampung. Tetapi masih jarang menemukan film-film Lampung yang ’menarik’ di banyak kompetisi.
”Saya tantang Lampung membuat workshop film lengkap, yang secara intensif membimbing pesertanya dari awal proses ide sampai post produksi. Ayo kita buat bersama,” ajak Benny saat memberikan statement di penutupan 15th JAFF Community Forum di Lampung.
Pada pemutaran hari terakhir gelaran 15th JAFF Community Forum di Lampung ini, diputarkan lima film dalam program Layar Komunitas 2; satu film dokumenter dalam program JAFF-NETPAC; dan lima film pendek dalam program Light of Asia.
Pada program Layar Komunitas 2 diputarkan film ”Petruq” karya sutradara Febri Febrian dari Lombok; ”Live” karya sutradara Ruziqu Tajri dari Bandung; ”Tanah Bako” karya sutradara Halvika Padma dari Padang; ”Krenteg” karya sutradara Marjo KS dari Tegal; dan ”Huma Amas” karya M Al-Fayed dari Samarinda.
Pada program JAFF-NETPAC diputarkan film dokumenter School Town King karya sutradara Wattanapume Laisuwanchal asal Thailand.
Dan, dalam program penutup Light of Asia, diputarkan film-film pendek dari negara-negara di Asia: ”Ngày Tr?ng ??i (The Big Day)” asal Vietnam; “?? (jù rén)”, film animasi asal Singapura; ”See You Next Century” asal Malaysia, ”Judy Free” asal Filipina, dan ”How My Grandmother Became a Chai” asal Lebanon.
Nada Bonang selaku Festival Director of 15th JAFF Community Forum di Lampung mengungkapkan bahwa selama tiga hari tersebut, penggiat dan penikmat film di Lampung antusias dalam mengikuti program-demi program yang telah disiapkan.
”Penonton Lampung cukup banyak yang berminat. Dari delapan program yang kami adakan, lebih dari 200 penonton hadir,” ungkap Nada.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
