Anak-Anak Itu Menari dengan Ingatan, Melukis Masa Depan
Juan Situmeang
Mesuji
”Daya ingatnya mereka kuat. Jadi kalau diajarkan menari, gerakan dan temponya dapat cepat diingat,” jelasnya.
Kepala Sekolah SLB Mesuji, Widi, berterimakasih kepada Komunitas Disabilitas Mesuji ini.
”Saya terbantu. Karena dari tahun 2017 berdiri sampai sekarang, baru kali ini ada acara seperti ini. Sebelumnya tidak ada yang peduli,” ujarnya.
Bahkan, untuk bantuan-bantuan baik tenaga pengajar juga operasional dia menyatakan hanya menggantungkan dari dana pusat. Dari Pemkab Mesuji belum ada sama sekali meski berkali-kali diminta melalui proposal.
”Untung ada teman-teman dari komunitas, benar-benar bekerja sukarela, mempersiapkan mulai alat-alat lukis dan sebagainya. Sound system untuk penari, semua dari mereka sendiri,” ujarnya.
Ia berharap ke depan dengan adanya komunitas ini bisa membantu harapan anak-anak tersebut untuk menggapai masa depannya.
Ketua Komunitas Disabilitas Mesuji, Andi, menambahkan semua hal yang dilakukan oleh komunitas adalah ingin membina dan memberi perhatian bagi para penyandang disabilitas.
Mereka memberi ruang dan keterampilan yang sama dengan anak-anak pada umumnya.
”Tuhan menciptakan semua manusia itu sempurna. Tidak ada produk gagal. Saya percaya, ada potensi yang ditanamkan di setiap manusia yang tidak dimiliki oleh manusia lain, untuk menggenapi kebaikan alam semesta yang ada pada anak-anak ini,” ungkapnya.
Itulah kenapa pelukis yang mengajar anak-anak tunawicara mencoba membantu bukan lewat kata. Tapi, sapuan kuas yang menuangkan harapan tentang masa depan di atas kanvas.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
