Uang Palsu UIN Makassar Sudah Beredar di Lampung? Ini Jawaban Bank Indonesia
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Publik baru-baru ini dikejutkan dengan pabrik uang palsu yang tersembunyi di dalam Kampus UIN Alauddin Makassar.
Uang palsu itu diduga telah tersebar ke berbagai daerah dengan jumlah yang sangat besar. Apakah termasuk daerah Lampung?
Saat dikonfirmasi, Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Lampung, Junanto Herdiawan mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan dari pihak manapun.
“Kami belum ada laporan terkait peredaran upal yang dicetak pihak UIN Makassar. Baik dari perbankan, masyarakat, maupun pihak penegak hukum,” kata Junanto kepada Rilis.id, Senin (13/1/2025).
Junanto mengatakan uang palsu (upal) yang diproduksi selama ini tidak ada yang menyamai kualitas uang asli yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.
“Dapat kami sampaikan bahwa dari setiap temuan uang tidak asli yang diterima dan diteliti BI, kualitas uang tidak asli yang diproduksi selama ini masih relatif sangat rendah. Dan masih dapat diidentifikasi dengan mudah oleh masyarakat dengan metode 3D,” jelasnya.
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat untuk terus mengenali ciri keaslian uang Rupiah, sehingga dapat mengetahui mana uang palsu dan mana uang Rupiah yang asli.
Diketahui, sepanjang 2024, BI Lampung mencatat 3.580 lembar uang palsu beredar di Lampung. Umumnya pecahan uang palsu yang paling banyak beredar yaitu Rp100 ribu dan Rp50 ribu.
Junanto mengatakan pelaku pengedaran uang palsu umumnya berusaha mengedarkan upal melalui pedagang eceran.
Namun dalam tiga tahun terakhir, temuan ini menunjukkan angka yang terus menurun, dari tahun 2022 sebanyak 4.221 lembar dan tahun 2023 sebanyak 3.763 lembar.
uang palsu
pengedar uang palsu
uang palsu UIN Makassar
Junanto Herdiawan
BI Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
