Tim Hotman 911 Sebut Rekonstruksi Penembakan 3 Polisi Tidak Sesuai Fakta: Ada Adegan yang Dihapus!
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Pasalnya dalam reka ulang, Kopda Basar setelah menembak Aipda Petrus dan APK Lusiyanto, dia melarikan diri. Lalu terjatuh dan senjatanya terlepas dari tangan tersengka.
Tapi dalam posisi terjatuh di tanah, Kopda Basar bisa meraih senjatanya kembali dan menembak dengan tepat terhadap korban Briptu Ghalib.
“Bagaimana bisa seorang pelaku melakukan penembakan layaknya seperti Film Rambo? Telentang. Ini kan tidak masuk diakal,” tegas Putri.
Dari keterangan saksi yang dihimpun Tim Hotman 911, menurutnya pelaku sudah menembak terlebih dahulu. Dan tidak ada peristiwa tembak menembak antara pelaku dan korban.
“Faktanya tidak ada selongsong peluru yang keluar dari senjata Ghalib. Ini keterangan mana yang harus kita dengar. Kita ini korban, ini anggota Polri yang meninggal, bagaimana kalau rakyat biasa?” tanya dia.
“Rekonstruksi ini keterangan dari siapa sebenarnya? Apa ini keterangan dari pelaku yang diterima oleh penyidik? Jadi kami sangat menyesali proses rekonstruksi hari ini. kami tidak mendapat keadilan dan fakta-fakta sebenarnya,” tegasnya.
Untuk itu, ia menyatakan kekecewaan terhadap proses rekonstruksi tersebut. Menurutnya, anggota Polri yang bertugas melakukan penggerebekan harusnya dijadikan saksi kunci. Bukan justru mendegarkan keterangan sepihak dari tersangka.
“Jujur kami dan keluarga korban merasa sangat kecewa. Apa yang dilakukan pelaku tidak dijelaskan secara detail. Ini harus dibuka secara transparan, kami minta kejujuran dari pihak penyidik,” tandasnya.
Saat dikonfirmasi terkait hal itu, Komandan Denpom II/3 Lampung, Mayor CPM Haru Prabowo enggan menyampaikan keterangan kepada awak media.
Ia menyebut Tim Denpom Lampung hanya menjalankan tugas dalam melengkapi proses penyidikan.
sabung ayam
Putri Maya Rumanti
rekonstruksi
penembakan polisi
tragedi sabung ayam
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
