Tim Hotman 911 Sebut Rekonstruksi Penembakan 3 Polisi Tidak Sesuai Fakta: Ada Adegan yang Dihapus!
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Proses rekonstruksi penembakan 3 anggota Polri dalam Tragedi Sabung Ayam Way Kanan diduga ‘disetting’ dan tidak sesuai fakta di lapangan.
Hal itu disampaikan perwakilan Tim Hotman 911, Putri Maya Rumanti usai menghadiri rekonstruksi di Lapangan Satlog Korem 043/Gatam, Kamis (17/4/2025).
Putri menyebut ada beberapa adegan yang janggal, ada pula adegan yang ‘dihilangkan’ dari kejadian sebenarnya.
“Kami dapat informasi dalam pra rekonstruksi ada 80 adegan, tapi hari ini hanya 71 adegan. Berarti ada 9 adegan yang dihilangkan,” kata Putri kepada awak media.
Ia pun mengaku kecewa karena Tim Hotman 911 selaku kuasa hukum resmi dari ketiga keluarga korban penembakan sejak awal tidak diberitahu terkait rekonstruksi tersebut.
Sementara dari hasil rekonstruksi yang digelar, menurut Putri ada settingan seolah petugas kepolisian yang datang menyerang tersangka, lalu kemudian tersangka membalas tembakan.
Ia mencontohkan seperti korban Aipda Petrus yang disebut dalam reka adegan akan melakukan penembakan terhadap pelaku. Padahal dari keterangan para saksi, Petrus tidak membawa senjata ke TKP.
“Yang pertama korban Petrus tidak memiliki senjata. Kedua, korban Kapolsek (Lusiyanto) itu senjatanya masih utuh. Pelurunya utuh dan tidak keluar satupun,” tambahnya.
“Ini yang kami merasa ada kejanggalan. Atau ini adalah kebohongan yang sengaja dilakukan demi melindungi anggota tersebut (Kopda Basar)?” ujarnya.
Kemudian dalam reka adegan penembakan Kopda Basar terhadap korban Briptu Ghalib, lagi-lagi Putri mempertanyakan.
sabung ayam
Putri Maya Rumanti
rekonstruksi
penembakan polisi
tragedi sabung ayam
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
