Dirresnarkoba Polda Lampung: Sabu Jalur Tikus Aceh Berasal dari Jaringan Internasional Thailand
Pandu Satria
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Lampung menyebutkan, jaringan narkotika baru dari Nangroe Aceh Darusalam (NAD) merupakan jaringan internasional asal Thailand.
Dirresnarkoba Kombes Pol Erlin Tangjaya menjelaskan, sabu tersebut diperkirakan masuk di daerah Aceh Timur melalui sungai Lungsa yang perbatasan dengan Aceh Utara.
Sabu itu diperkirakan masuk melalui alur jalur tikus sampai di belakang rumah tersangka. Karena di belakang rumah tersangka tepat berasa di sungai yang menuju ke laut.
"Dari kemasan yang pernah ditangkap sebelumnya oleh BNN atau Mabes Polri, itu adalah kemasan dari Thailand bukan dari Aceh ataupun Malaysia," kata Dirresnarkoba, Selasa (28/11/2023).
Perwira menengah dengan tiga melati ini menambahkan, anak buah bandar yang membawa barang kemudian menyediakan fasilitas dan ditangkap bernama Mukhlis.
"Dia ini yang menyiapkan kendaraan pengangkut sabu dan berprofesi sebagai pedagang jual beli mobil. Jadi dia masuk ke tempat pelelangan mobil dengan uang dari jaringan tersebut dan dibelanjakan kemudian dikirim ke Aceh," imbuhnya.
Kombes Pol Erlin meminta kepada masyarakat yang membeli atau memegang mobil tersebut, agar diserahkan kepada pihak kepolisian.
Mobil tersebut yakni Toyota Hiace warna silver metalik nopol A 726 B, Toyota Rush putih plat F 1173 FAC, Suzuki Ertiga yang di Palembang. Kemudian Toyota Rush putih nopol D 2969 TRX dan Kijang Innova putih nopol B 2081 BFY.
"Semua ini masih kita kejar, karena digunakan untuk mengangkut sabu dari tangkapan seberat 58 kilogram," kata Kombes Pol Erlin.
Disinggung mengenai berapa bayaran para kurir tersebut, Dirresnarkoba menyebut berbeda-beda tergantung jarak pengiriman.
Dirresnarkoba
Polda Lampung
Narkotika
jalur tikus
Aceh
jaringan internasional
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
