Belajar Suntik Filler dari Sosmed, Penyanyi Dangdut Pantura Tak Punya Keahlian Medis
Adi Herlambang Saputra
Metro
RILISID, Metro — Penyanyi dangdut Pantura, Kusuma Wardani atau Mawar Kusuma, telah selesai menjalani pemeriksaan di Mapolres Metro.
Kasi Humas Polres Metro AKP Sulyani mengatakan, tersangka tidak memiliki lisensi tentang kesehatan. Ia mengaku menjalankan praktiknya setelah belajar diri media sosial (Medsos).
"Ia tidak paham medis dan belajar suntik filler dari TikTok, Instagram, dan Twitter juga," katanya, Rabu (13/9/2023).
Sulyani juga menambahkan, sebelum menjalan bisnis, Mawar menguji coba praktiknya tersebut pada dirinya sendiri di dagu, bibir, dan hidung. Merasa puas dengan hasilnya, maka ia mencoba bikin praktik sendiri.
Tersangka juga mematok harga sebesar Rp800 ribu untuk sekali praktik. Biaya itu tidak termasuk ongkos perjalanan yang dipatok minimal Rp300 ribu, tergantung jarak tempuh.
Menurut Sulyani, praktik tersebut sudah berjalan selama tiga bulan lalu. Sudah 15 wanita yang menjadi pasien Mawar yang berasal dari Metro dan Lamtim.
"Para korban tergiur dengan tarifnya yang murah. Modus dilakukan awalnya melalui rekannya," imbuh Sulyani.
Selain itu, Mawar juga sempat menawarkan praktiknya melalui akun Instagram pribadi. Motif Mawar melakukan itu karena harganya yang murah dan membawa keuntungan besar.
"Memang perawatan kecantikan suntik filler ini mahal. Jadi itu motifnya karena ada peluang bisnis di situ," beber Kasi Humas.
Hingga kini, Polisi belum memastikan keamanan cairan yang digunakan oleh tersangka. Pihak kepolisian sudah menyerahkan cairan itu ke ahli untuk diteliti kandungannya. (*)
Mawar Kusuma
Dangdut Pantura
Klinik Ilegal
Polres Metro
Polda Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
