Gunung Anak Krakatau Siaga, BMKG Ingatkan Ancaman Tsunami di Malam Hari
lampung@rilis.id
Jakarta
RILISID, Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan terkait ancaman tsunami seiring meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda.
Hal itu disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat konferensi pers virtual pada Senin (25/4/2022) malam, sebagaimana dilansir Rilisid, Rabu (27/4/2022).
Dia mengatakan status Gunung Anak Krakatau kini meningkat dari level 2 atau waspada menjadi level 3 atau siaga.
Menurut Dwikorita, peningkatan aktivitas erupsi GAK ini berpotensi menimbulkan ancaman tsunami di malam hari.
"Secara historis, aktivitas Gunung Anak Krakatau ini pernah menimbulkan tsunami beberapa kali," katanya.
Dwikorita mengimbau seluruh pengelola usaha dan pemerintah daerah serta masyarakat untuk bersiaga setelah GAK berstatus Level 3.
Hal itu, lanjut dia, bukan berarti waktunya melakukan evakuasi atau fase kedaruratan, namun siaga mempersiapkan evakuasi untuk menghadapi kemungkinan terburuk dari kondisi tersebut.
"Jadi bukan pada level evakuasi, bukan sama sekali, tapi memberikan informasi ke semua pihak baik pengelola pelayaran, pengelola hotel ada pemerintah daerah, kepada masyarakat bahwa mulai siap siaga," ujar Dwikorita.
"Artinya misalnya sudah siapkan dan evakuasi, siapkan tempat evakuasi dicek, karena kalau lama nggak dipakai terakhir 2018, rambunya mungkin sudah pada hilang," sambungnya.
Di sisi lain, masyarakat sulit melihat secara visual adanya gelombang tinggi yang mendekati pantai pada malam hari akibat aktivitas GAK.
Gunung Anak Krakatau Siaga
BMKG Ingatkan Ancaman Tsunami di Malam Hari
Selat Sunda
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
