Pertamina Geothermal Target Jadi Produsen Utama Hidrogen Hijau di Indonesia
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) menargetkan menjadi produsen utama hidrogen hijau (green hydrogen) di Indonesia.
Target ini menyusul diluncurkannya peta hidrogen dan amonia di dalam negeri oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada April 2025 lalu.
Manager Corporate Communication & Corporate Social Responsibility PGE, M Taufik mengatakan PGE fokus untuk mengembangkan hidrogen hijau dengan energi panas bumi.
“PGE ingin menjadi produsen utama hidrogen hijau di Indonesia dengan menggunakan energi panas bumi yang ramah lingkungan dan menjadi pemasok hidrogen untuk berbagai end-user,” kata dia, beberapa waktu lalu.
Adapun end-user atau pihak pengguna meliputi pusat data (data centers), ekspor energi antarnegara (cross-border energy export), dan produksi amonia atau metanol.
Energi panas bumi, kata Taufik, menjadi sumber dan penopang utama untuk produksi hidrogen hijau bagi pihaknya.
“Sebab, geothermal menjadi baseload yang stabil dan rendah emisi, sehingga sangat cocok untuk produksi hidrogen yang membutuhkan supply listrik berkelanjutan,” imbuhnya.
M Taufik juga menyorot rencana PGE untuk terhubung dengan pasar kredit karbon sebagai target di masa depan untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus mendukung transisi energi global.
PGE sendiri Tengah mempersiapkan proyek energi panas bumi berkapasitas 1 gigawatt (GW) sebagai langkah pengembangan hidrogen hijau.
Proyek ini merupakan salah satu rencana konkret yang dilakukan pihaknya untuk jangka menengah untuk tahun 2028 hingga 2033. PGE juga akan melanjutkan studi kelayakan terhadap hidrogen hijau dan amonia.
PGE Ulubelu
PT Pertamina Geothermal Energy
hidrogen hijau
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
