Waduh, Ekonomi Indonesia Berpotensi Turun 0,09 Persen Imbas Corona

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

21 Februari 2020 17:30 WIB
Bisnis | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Jakarta — Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Fithra Faisal Hastiadi, memprediksikan, mewabahnya virus corona baru atau COVID-19 berpotensi menurunkan ekonomi Cina sebesar satu persen. Hal itu, menurutnya, akan berimbas pada perekonomian Indonesia sebesar 0,09 persen.

Fithra mengatakan, setiap satu persen pertumbuhan ekonomi di Cina akan berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia paling kecil sebesar 0,09 persen dan maksimal 0,1 persen hingga 0,15 persen.

“Iya segitu (0,09 persen). Setiap satu persen pertumbuhan ekonomi di China itu akan berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia sebesar 0,09 persen atau maksimal 0,1 persen sampai 0,15 persen,” katanya di Jakarta, Jumat (21/2/2020). 

Fithra menuturkan, memang ada potensi perekonomian Cina untuk turun lebih dari satu persen tapi hanya sekitar 20 persen, sehingga peluang turun satu persen lebih besar terjadi.

“Jadi kemungkinan Cina turun lebih dari satu persen ya hanya 20 persen, jadi lebih besar kemungkinan terjadinya satu persen,” ujarnya.

Fithra menyatakan, potensi penurunan ekonomi Indonesia sebesar 0,09 persen karena virus corona tergolong tidak seberapa besar jika dibandingkan dengan kemungkinan turunnya perekonomian negara lain akibat wabah tersebut.

“Itu besar tapi kalau dibandingkan seperti Vietnam, Thailand, dan Singapura, lebih besar karena mereka transaksinya dengan Cina juga lebih besar daripada Indonesia dengan Cina,” katanya.

Ia mengatakan, hal tersebut terjadi karena perekonomian Indonesia lebih bergantung pada faktor domestik, sehingga jika terdapat gejolak eksternal maka dampaknya tidak begitu besar.

“Untuk sementara ini karakteristik ekonomi Indonesia memang eksternal itu berpengaruh tapi tidak sebesar dari pengaruh domestik,” ungkap dia.

Ia menyebut, jika terdapat masalah dari sisi domestik, maka akan memberi pengaruh terhadap Indonesia hingga tujuh bulan, sedangkan masalah eksternal hanya berdampak sekitar 2-3 bulan.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya