Waduh, Ekonomi Indonesia Berpotensi Turun 0,09 Persen Imbas Corona
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
Fithra pun mengaku optimis perekonomian Cina akan kembali bangkit dengan berkaca pada kasus SARS yang sempat melanda pada 2003 dan menyebabkan penurunan, tapi pada akhirnya mampu mencatatkan pertumbuhan 14 persen.
“Meskipun dia melambat tapi tetap solid dan masih menjadi victory dunia serta harapan dunia. Saya rasa ini hanya shock sesaat saja karena kalau kita lihat ke depan akan lebih prospektif,” tegasnya.
Tak hanya itu, ia mengatakan bahwa para pasien yang telah mulai sembuh dari virus corona juga menjadi sinyal positif bagi dunia bahwa kasus ini segera berakhir sehingga aktivitas perekonomian akan normal kembali.
“Kita lihat banyak juga yang sudah sembuh jadi agak optimis ke depan tidak akan lebih anjlok dari satu persen,” ujarnya.
Sebagai informasi per Kamis (20/2) COVID-19 telah menginfeksi 75.727 orang di 26 negara yang 74.578 terjadi di daratan Cina dengan total 2.129 orang meninggal dan 16.526 orang dinyatakan sembuh dari COVID-19 setelah menjalani perawatan.
Sementara itu pada Kamis (20/2), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memproyeksikan perekonomian pada triwulan I-2020 hanya tumbuh pada kisaran 4,9 persen karena terdampak kondisi global yang terpengaruh penyebaran wabah Virus Corona.
"Terjadinya COVID-19 diperkirakan menekan perekonomian Cina dan menghambat keberlanjutan pemulihan ekonomi global setidaknya pada triwulan I 2020,” kata Perry.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
