Taman Megalitik Peradaban Baru Tubaba
Joni Efriadi
Tulangbawang Barat
RILISID, Tulangbawang Barat — Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad adalah satu-satunya kepala daerah di Lampung yang berhak menerima Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Pusat pada 9 Januari 2020.
Anugerah Kebudayaan PWI Pusat itu sedianya akan diserahkan oleh Presiden Joko Widodo pada puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 9 Februari mendatang.
Pemberian reward tersebut semakin memotivasi dan menginspirasi kemajuan pembangunan berbasis kebudayaan Tubaba di bawah komando Umar Ahmad.
Seperti pembangunan taman megalitik atau taman purbakala yang sedang dibangun Umar Ahmad. Pemkab Tubaba juga telah menetapkan kota budaya Ulluan Nughik menjadi daerah yang disebut Bunian atau mahluk yang akan menjaga pepohonan, sumber-sumber air dan kelestarian alam.
“Lahirnya makhluk ini kita sepakati bernama Bunian, yang akan menjaga kelestarian alam dan tutur-tutur ini akan menjadi skema pembelajaran di sekolah-sekolah dasar dan menengah,” kata Umar saat acara pembukaan Sharing Time: Megalithic Millennium Art di Taman Budaya Kota Ulluan Nughik, Rabu (22/1/2020).
Menurut Umar, mitologi orang Lampung tidak mengenal konsep Pandawa, melainkan konsep Kurawa. Ia menuturkan orang Lampung mengajarkan kebaikan dengan banyak menyebut bagi orang yang melakukan keburukan dengan istilah sosok makhluk yang menggambarkan sifat-sifat buruk manusia, seperti rakus, tamak dan lain sebagainya.
“Ketika kita tidak mau disebut seperti itu, maka kita jangan berbuat buruk dan kita harus melakukan kebaikan. Lalu, setelah orang Lampung berbuat baik, apa sebutannya? Dan ternyata tidak ada. Kenapa hal itu terjadi, karena bagi orang Lampung berbuat baik kepada sesama manusia itu adalah kewajiban tidak perlu dihargai enggak perlu diagung-agungkan,” jelasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
