Sukses Serap Lapangan Kerja, Jokowi-JK Masih Persulit Regulasi

Ainul Ghurri

Ainul Ghurri

Jakarta

20 Februari 2018 15:58 WIB
Bisnis | Rilis ID
Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio Nugroho. FOTO: RILIS.ID/Ainul Ghurri
Rilis ID
Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio Nugroho. FOTO: RILIS.ID/Ainul Ghurri

RILISID, Jakarta — Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho menilai, penetrasi transportasi online telah memberikan dampak positif bagi penyerapan tenaga kerja. Sayangnya, kontribusi tersebut belum sebanding dengan dukungan pemerintah terhadap sektor tersebut.

Berdasarkan data Indef, sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi berhasil memberikan tambahan 169.137 lapangan pekerjaan setiap tahunnya. 

"Transportasi online terbukti mampu menyelamatkan penciptaan lapangan kerja era Jokowi-JK (Joko Widodo dan Jusuf Kalla)," ujarnya di Kantor Indef, Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Namun, Andry menyayangkan, pemerintah justru mempersulit pelaku usaha transportasi online dengan berbagai regulasi. "Hal ini perlu dikoreksi oleh pemerintahan Jokowi-JK jika ingin menciptakan lebih banyak pekerjaan," tegasnya.

Andry menambahkan, pencapaian tersebut, lebih baik dibanding masa pemerintahan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono)-Budiono, di mana lapangan pekerjaa di sektor tersebut minus hampir 300 ribu orang. "Malah berkurang 300 ribu orang di era SBY-Budiono," imbuhnya.

Selain transportasi, sektor perdagangan, restoran, jasa akomodasi justru jadi kontributor terbesar dalam penciptaan lapangan kerja Tanah Air. Ini ditunjukkan dari sisi tambahan penduduk bekerja, maupun rasio penciptaan kerja (RPK).

Sektor tersebut, mampu menyerap 1.106.590 tenaga kerja per tahun. Tingginya angka tersebut, disebabkan masifnya pertumbuhan e-commerce di Indonesia.

"E-commerce di Indonesia saat ini masih berlangsung, di mana e-commerce Indonesia jadi yang paling berkembang di antara negara di Asia lainnya," terangnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya