Sri Mulyani Klaim Capaian Realisasi APBN 2018 Positif
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengklaim capaian realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 hingga 31 Januari berjalan dengan baik dan positif.
Ia mengungkapkan, belanja negara realisasinya mencapai Rp138,4 triliun atau sebesar 6,2 persen dari target APBN sebesar Rp2.220,7 triliun.
"Capaian ini tumbuh 3,9 persen dibandingkan tahun 2017 yang hanya mencapai Rp133,3 triliun," ungkap Sri Mulyani di kantornya, Selasa (20/2/2018).
Sedangkan untuk keseimbangan primer, realisasi tercatat sebesar Rp13,9 triliun atau 15,9 persen terhadap APBN dan tumbuh 37,6 persen dibandingkan Januari 2017.
"Keseimbangan primer minus Rp39 triliun. Kalau dibanding tahun lalu itu lebih baik. Untuk pertumbuhan pendapatan negara melompat lebih dari dua kali lipat," jelas Sri Mulyani.
Selanjutnya, defisit anggaran tercatat 0,25 persen dari target APBN sebesar 2,19 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan pembiayaan anggaran sebesar Rp21,8 triliun.
"Sampai Januari, kita melakukan realisasi pembiayaan Rp21,8 triliun netto. Di mana dibandingkan dengan realisasi 2017 pembiayaannya telah mencapai Rp82,7 triliun," tukasnya.
Sementara, untuk asumsi makro inflasi tercatat sebesar 3,25 persen dari target 3,5 persen di APBN 2018, tingkat bunga SPN 3 bulan 3,95 persen dari target 5,2 persen dengan nilai tukar tercatat Rp13.380 per US$ dan harga minyak US$65,6 per barel.
"Harga minyak mengalami defiasi yaitu US$65,6 per barel lebih tinggi dari asumsi US$48 per barel. Dengan situasi itu, maka pada 31 Januari realisasi pendapatan negara mencapai Rp101,4 triliun atau mencapai sekitar 5,3 persen dari APBN 2018 sebesar Rp1.894,7 triliun. Jumlah ini mengalami pertumbuhan 14,7 persen dibandingkan Januari 2017 yang realisasinya hanya mencapai Rp88,4 triliun," jelas Sri Mulyani.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
