Raih Cita Menuju Swasembada Jagung, Pemda dan Dinas Pertanian NTT Maksimalkan FGD

Elvi R

Elvi R

Nagekeo

1 Oktober 2019 10:35 WIB
Bisnis | Rilis ID
FGD  yang mengusung tema “Pengaruh Jenis dan Sifat Tanah terhadap Sukses Agribisnis Jagung di Kabupaten Nagekeo” berlangsung pada 28 September 2019 bertempat di Pondok Literasi – Mbay, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
FGD  yang mengusung tema “Pengaruh Jenis dan Sifat Tanah terhadap Sukses Agribisnis Jagung di Kabupaten Nagekeo” berlangsung pada 28 September 2019 bertempat di Pondok Literasi – Mbay, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. FOTO: Humas Balitbangtan

Sementara itu, Ir. A. Kasno, M.Si turut menyampaikan tentang pentingnya meningkatkan ketersedian hara sebagai salah satu upaya perbaikan tanah. Perbaikan tanah untuk lahan kering iklim kering dapat dilakukan dengan penambahan bahan organik.

“Pengenalan lahan garapan oleh petani sangat penting dalam upaya pengelolaan lahan pada tanaman jagung yang tepat”, ujar Kasno.

Lebih lanjut Kasno menyampaikan bahwa pemberian bahan organik untuk memperbaiki tanah dilakukan sebelum pemupukan. “Pemupukan berimbang harus sesuai status hara dan kebutuhan tanaman, terpadu antara pupuk anorganik dan organiK, perlu dilakukan untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil jagung”, kata Kasno. 

Ahli biologi dan kesehatan tanah Jati Purwani memaparkan bahwa peningkatan kesuburan tanah selain dengan pemupukan juga dilakukan perbaikan sifat fisik dan sifat biologi tanah akan memberikan hasil yang lebih baik.

“Selain bahan organik, pemanfaatan  mikroba yang terkandung dalam pupuk hayati perlu dioptimalkan guna meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk dan peningkatan populasi mikroba bermanfaat”,  ungkap Jati. 

Hal senada juga disampaikan oleh Muhammad S. Mahmuddin Nur terkait peggunaan bahan organik.

“Kondisi tanah pada lahan sawah di Nagekeo yang lengket pada saat basah dan pecah pada saat kering, membuat akar tanaman patah pada saat musim kering, sehingga pemberian bahan organik berperanan untuk memperbaiki tanah secara fisika”, ungkap Muhammad.

Muhammad juga menyampaikan bahwa pada lahan kering berlereng, penerapan konservasi tanah perlu dilakukan, antara lain dengan penerapan terasering, penanaman tanaman penguat yang juga dapat berfungsi sebagai sumber makanan ternak.

Pada FGD juga disampaikan mengenai sistem informasi geospasial dan Basis Data Tanah yang disampaikan oleh Norman P.L.B. Riwu Kaho. “Pemanfaatan teknologi GIS secara gratis dapat digunakan sebagai dasar kebijakan dalam perencanaan pembangunan pertanian”, kata Norman. 

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya