Polres Garut Waspadai Kejahatan Pangan
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Kepolisian Resor Garut mengantisipasi kejahatan pangan dengan meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan terhadap barang pangan pokok yang diperjual belikan di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjelang Bulan Ramadan sebagai upaya menciptakan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.
"Ya kita antisipasi kejahatan pangan di Garut," kata Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna usai inspeksi mendadak ke Pasar Induk Ciawitali, Garut, Rabu (2/5/2018).
Ia menuturkan, inspeksi mendadak bersama instansi lain dari Kejaksaan, TNI dan dinas terkait lainnya di Garut untuk memeriksa langsung kondisi pangan yang beredar di masyarakat.
Salah satunya, kata dia, pemeriksaan terkait kejahatan daging ayam yang disuntik biar terlihat gemuk, atau daging sapi gelonggongan, penimbunan pangan dan penyalahgunaan pendistribusian pangan maupun bukan pangan.
"Kejahatan pangan itu banyak seperti masalah timbangan, penimbunan barang, termasuk kejahatan gas, kaitan dengan ini apabila pidana langsung diproses," ungkapnya.
Ia menambahkan, upaya menjaga ketahanan pangan tim Satuan Tugas Pangan juga akan melakukan pengawasan menjelang Bulan Ramadan.
"Nanti dipantau Satgas Pangan juga," tuturnya.
Ia menyampaikan, selama inspeksi mendadak ke Pasar Induk Ciawitali tidak menemukan adanya barang yang terindikasi merugikan konsumen maupun melanggar hukum.
Selain itu, lanjut dia, harga pangan yang dijual di pasar tersebut masih relatif normal, tidak terjadi kenaikan yang signifikan, kecuali tepung tapioka ada kelangkaan sehingga harga naik.
"Sementara tidak ada yang signifikan, kecuali tepung tapioka ada kelangkaan barang," katanya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
