PTPN VII Apel HUT ke 24 Bersama PTPN Holding

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

11 Maret 2020 16:16 WIB
Bisnis | Rilis ID
Direksi dan karyawan PTPN VII potong tumpeng untuk sarapan bersama. Foto: Humas PTPN VII
Rilis ID
Direksi dan karyawan PTPN VII potong tumpeng untuk sarapan bersama. Foto: Humas PTPN VII

RILISID, Bandarlampung — Puluhan karangan bunga berjajar di halaman Kantor Direksi PTPN VII, Rabu (11/3/2020). PTPN VII berulang tahun ke-24 bersama perusahaan induknya, PTPN Holding. Untuk menandai momen evaluasi itu, Direksi dan seluruh jajaran PTPN VII mengadakan apel bendera.

Bukan hanya di Kantor Direksi, upacara HUT juga diadakan di seluruh unit kerja PTPN VII yang berada di Lampung, Sumsel, dan Bengkulu.

Peringatan hari jadi ini dilaksanakan secara sederhana. Setelah upacara bendera, dalam kehangatan rasa kekeluargaan, seluruh karyawan bergabung untuk acara potong tumpeng untuk sarapan bersama.

Pelaksanaan upacara berjalan dengan khidmat dengan inspektur upacara Direktur Utama PTPN VII M. Hanugroho. Hadir juga Direktur Komersil Achmad Sudarto.

Dalam sambutannya, DIrektur Utama PTPN VII M. Hanugroho mengucapkan  selamat kepada karyawan dan karyawati Perkebunan Nusantara, karena hari ini genap 24 tahun Perkebunan Nusantara berperan untuk bangsa. 

"Saat ini Perkebunan Nusantara Group memiliki potensi yg sangat besar, tapi pada saat yang sama menanggung beban masalah di masa lalu yang harus kita selesaikan secara bersama- sama yaitu beban hutang yang sangat besar dan kinerja operasional masih dibawah potensinya," kata Hanugroho membacakan sambutan Direktur Utama Holding Mohammad Abdul Ghani.

Ia menjelaskan dalam menyelesaikan atau menurunkan beban hutang tersebut, khususnya untuk Perkebunan Nusantara yang dalam kondisi unsustainable, kita harus berjuang membayar hutang yang menjadi kewajibannya antara Iain melalui asset settlement/divestasi aset/disposal aset.

Asset settlement merupakan opsi bagi Perkebunan Nusantara Group untuk melunasi kewajiban hutang. 

Menurutnya, dalam menghadapi kondisi yang memprihatinkan saat ini, ada beberapa program strategis yang harus segera diimplementasikan yaitu: Meningkatkan kesadaran seluruh karyawan bahwa Perkebunan Nusantara dalam situasi krisis (crisis mode).

Melakukan Cost Reduction Program (CRP) terkait penggunaan biaya terutama overhead cost maupun direct cost.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Adi Pranoto
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya