Moeldoko Uraikan Dampak Positif Trans Jawa bagi Jalur Pantai Selatan

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

14 Juni 2018 19:57 WIB
Bisnis | Rilis ID
Kepala Staf Presiden Moeldoko (kiri) bersama Ketua Badan Pengurus Lazismu Hilman Latief (kanan) di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (8/6/2018). FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi Yahmin
Rilis ID
Kepala Staf Presiden Moeldoko (kiri) bersama Ketua Badan Pengurus Lazismu Hilman Latief (kanan) di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (8/6/2018). FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi Yahmin

RILISID, Jakarta — Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko, menyatakan, pembangunan infrastruktur Trans Jawa tak sekadar mengurai kepadatan lalu lintas di jalur Pantai Utara. Namun, meningkatkan potensi ekonomi di wilayah jalur Pantai Selatan (Pansela).

"Dengan pergerakan melalui selatan, saya yakin, para pemudik akan terinspirasi, bahwa ada potensi dan kekuatan baru yang perlu dieksplorasi untuk kepentingan ekonomi pada masa mendatang," ujarnya di Jakarta, Kamis (14/6/2018).

Karenanya, pemerintah daerah dan investor diharapkan bergerak cepat menggarap potensi lokal. Misalnya, sumber daya alam (SDA) dan keragaman budaya.

Pembangunan pusat perekonomian tersebut, lanjut politisi Partai Hanura itu, akan didukung berbagai sektor. Pertanian, industri, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), misalnya.

Dari sisi pertanian, eksistensi jalur Pansela bakal mempermudah akses distribusi hasil panen. Sehingga, membuka peluang bagi pasar besar untuk mengambil langsung dari petani.

Sedangkan sektor industri, diharapkan muncul pabrik skala besar maupun menengah. Dengan begitu, menyerap tenaga kerja.

Untuk ekonomi kreatif, diharapkan memancing masyarakat menghasilkan kerajinan lokal bernilai ekonomi. Sementara dari sisi pariwisata, memberikan pendapatan bagi daerah serta menggeliatkan UMKM dan industri rumahan.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya