Mendag Bertanggung Jawab atas Impor Beras, Kenapa?
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Pengamat ekonomi, Karuniana Dianta A. Sebayang, menilai, Kementerian Perdagangan (Kemendag) bertanggung jawab atas impor beras. Sebab, tak mampu menstabilkan harga.
"Kok, Mendag impor? (Padahal) Mentan katakan produksi cukup," ujar akademis Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini di Jakarta, Rabu (28/2/2018).
Dianta menerangkan, kurva ekonomi hanya terdiri dari permintaan dan penawaran. Jika produksi dan permintaan tinggi, maka harga tumbuh di kisaran tertentu. Harga juga naik saat penawaran berkurang.
"Ini produksinya naik, permintaannya tetap, kok, harga bisa naik? Siapa yang punya tanggung jawab terhadap harga? Menteri Perdagangan," terangnya.
Baca: Musim Panen Tiba, Fauzih Amro: Impor Beras Kepentingan Siapa?
Meski mengakui Kementerian Pertanian (Kementan) pertanggung jawab terhadap produksi beras, namun beban menstabilkan harga ada di Kemendag. Sedangkan yang bertanggung jawab terhadap permintaan, semua pihak.
"Presiden kalau beras naik, yang disalahin, ya, Mendag. Baru, kita lihat permintaan ke pertanian. Pada akhirnya, kan, bisa jaga kinerja masing-masing. Beras, kan, enggak setiap bulan ada," katanya.
Baca: Mendag Minta Hentikan Pertentangan Impor Beras
Jebolan Universitas Indonesia (UI) ini menambahkan, produksi beras Tanah Air secara agregat sebanyak 43 juta ton. Artinya, tiada masalah.
"Persoalannya, selama satu tahun, apakah beras langsung menghasilkan cukup tiga bulan? Enggak. Maka, ketika berlebih, harus ditaruh di gudang. Pada saat tanam, yang digudang dikeluarin," bebernya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
