Kopi Lampung dan Batu Bara Diekspor ke Pasar Global
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Arinal menuturkan PT Nestle Indonesia telah membangun kemitraan dengan membeli biji kopi dari petani Lampung dengan jumlah yang sangat signifikan setiap tahunnya.
Ia pun mengajak PT Nestle Indonesia meningkatkan sinergi dengan membina dan pengembangan petani kopi guna meningkatkan kesejahteraan petani kopi Lampung.
"Salah satunya dengan hilirisasi produk, yaitu memproses produk industri hilir dengan bahan baku asal Lampung guna menghindari impor dan meningkatkan kesejahteraan petani," ujar Arinal.
Sementara itu, Direktur PT Nestle Indonesia Debora Tjandrakusuma mengatakan perusahaannya berkomitmen jangka panjang untuk berinvestasi di Indonesia dengan fokus utama menciptakan manfaat.
"PT Nestle menggunakan sebanyak mungkin bahan baku lokal, menciptakan lapangan kerja, dan menyediakan produk makanan dan minuman yang berkualitas, bergizi, aman, dan lezat untuk dikonsumsi bagi para konsumen di Indonesia, serta menjadi bagian dari pembangunan Indonesia,” katanya.
Secara keseluruhan neraca perdagangan Lampung pada tahun ini mengalami surplus sebesar USD 1,12 miliar.
Pada periode Januari-September 2020, ekspor non-migas menempati posisi ke-13 dengan nilai USD 2,09 miliar dan kontribusi sebesar 1,88 persen dari total ekspor non-migas nasional.
Produk ekspor utama Lampung, yaitu minyak kelapa sawit dan turunannya sebesar USD 680,1 juta atau 32,55 persen.
Kemudian makanan olahan sebesar USD 268,4 juta (12,84 persen), biji kopi USD 240,4 juta (11,50 persen), batu bara USD 191,7 juta (9,18 persen), dan ampas atau sisa industri makanan USD 134,3 juta (6,43 persen).
Negara tujuan dengan kontribusi ekspor Lampung, yakni Amerika Serikat sebesar 17,17 persen, Tiongkok 9,88 persen, India 9,44 persen, Pakistan 8,03 persen, dan Italia 7,35 persen. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
