Kementan Target Percepatan Padi Biofortifikasi pada 2020 Lebih dari 10 Ribu Hektare
Elvi R
Jakarta
“Beras kualitas bagus kita ekspor dan berani bersaing dengan beras Thailand. Kita harus punya sesuatu keunggulan, beras biofortifikasi bisa kita dorong program unggulan beras Indonesia”, jelasnya.
Bambang ingin segera memperluas kegiatan terpadu dengan pihak-pihak terkait, khususnya pelaksanaan program-program di wilayah stunting. Harapannya kegiatan terpadu ini bisa langsung menjadi skala nasional. Ia mengajak segera mulai bekerja agar ketersediaan benihnya bisa segera disiapkan, dan produksi bersama stakeholder yang lain.
Sementara itu, peneliti Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Untung Susanto selaku narasumber pada workshop tersebut memaparkan varietas Inpari IR Nutri Zinc dengan keunggulan-keunggulanya, antara lain rata-rata kandungan Zn 29,54 ppm (sekitar 23 persen lebih tinggi daripada Ciherang), potensi kandungan Zn 34,51 ppm, rata rata hasil: 6,21 t/ha (setara Ciherang), potensi hasil: 9,98 ton per hektare umur 115 hari setelah semai, tekstur nasi pulen, agak tahan wereng coklat biotipe 1 dan 2, agak tahan hawar daun bakteri strain III, agak tahan tungro isolat Garut dan Purwakarta, serta tahan blas strain 033, 073, dan 133. Dengan keunggulan tersebut, diharapkan varietas ini memiliki daya adaptasi luas dan dapat diterima oleh konsumen padi di Indonesia.
Menurut Untung Susanto, produksi Benih Penjenis, Benih Dasar, Benih Pokok tengah diinisiasi oleh BB Padi agar benih Inpari IR Nutri Zinc telah tersedia bagi petani di berbagai daerah dengan jumlah yang cukup.
Diharapkan varietas ini dapat tersebar ke seluruh Indonesia karena kejadian stunting dan kekurangan asupan Zinc terjadi merata di semua pulau di Indonesia. Produksi benih sumber terus dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut. Diharapkan pada waktu yang akan datang varietas yang dilepas tetap dilengkapi dengan karakter tinggi nutrisi dan dapat tersebar di seluruh areal padi di Indonesia, sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan penduduk Indonesia di masa depan.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
