Kembangkan Pertanian Lahan Rawa, Balitbangtan Perkenalkan Traktor Perahu

Elvi R

Elvi R

Jakarta

8 Februari 2020 06:40 WIB
Bisnis | Rilis ID
Traktor Perahu. FOTO: Balitbangtan
Rilis ID
Traktor Perahu. FOTO: Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian luas lahan rawa di Indonesia mencapai 33,40 juta hektare yang terdiri dari sekitar 23,05 juta hektare lahan rawa pasang surut, dan lebih dari 10,35 juta hektare lahan rawa lebak. Di mana sekitar 10,90 juta hektare berpotensi untuk pengembangan pertanian. Lahan rawa tersebut tersebar di Sumatera, Kalimantan, Papua dan Sulawesi.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dalam rangka mendukung pengembangan lahan rawa tersebut ikut berperan memenuhi kebutuhan pemilihan alat dan mesin (Alsin) pertanian di lahan rawa, khususnya alat dan mesin pra panen. Caranya, dengan memilih atau mengembangkan alsin yang sudah ada di pasaran, yang kemudian dilakukan uji unjuk kerja di lahan rawa secara langsung terlebih dahulu. Untuk memperoleh alat dan mesin yang sesuai baik ukuran, kapasitas dan jumlahnya.

Salah satu teknologi yang telah dikenalkan dan dikembangkan Balitbangtan melalui unit kerja Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) guna optimalisasi lahan rawa adalah Traktor Perahu. Alat yang sangat cocok untuk lahan lumpur dalam. Traktor Perahu solusi tepat pengolahan tanah, khususnya lahan rawa di mana alat dan mesin yang biasa tidak dapat beroperasi dengan baik karena kondisi lahan yang kurang sesuai.

Traktor perahu mampu mengolah tanah dengan konsep traktor roda dua tetapi mengapung seperti perahu. Traktor ini mempunyai dua buah roda karet untuk transportasi darat dan dua unit roda besi untuk bekerja di sawah, transmisi berupa sabuk (belt) dan puli (pulley) dengan rangka dan badan traktor seperti perahu. Kelebihan badan perahu adalah menambah kontak dengan tanah sehingga mempunyai gaya tekan ke tanah kecil (low ground pressure) sehingga traktor bisa digunakan untuk mengolah tanah di tanah dengan daya sangga rendah.

Pengendali traktor perahu ini adalah kopling utama berupa puli penegang sabuk (tension pulley) dan kopling belok (kanan-kiri) juga berupa puli penegang sabuk. Badan kapal terbuat dari plat besi tebal 2 milimeter. Traktor ini dilengkapi dengan iplemen: bajak piringan 2 disk, gelebek dan garu. Traktor ini juga dilengkapi dengan hidrolis untuk mengatur naik-turunnya roda (kanan-kiri) untuk mengatur kedalaman roda di tanah dan mengatur tinggi-rendahnya implemen. Lebar kerja traktor ini adalah 2,5 m, kecepatan olah tanah rata-rata 5 kilometer per jam dan mempunyai kapasitas kerja sekitar 1,25 hektare per jam (0,8 jam per jam).

Dengan dikembangkannya traktor perahu ini diharapkan mampu meningkatkan produksi pertanian dan dapat mengoptimalkan potensi lahan rawa.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya