Ini Perbandingan Penyerapan Tenaga Kerja di Era Jokowi dan SBY

Ainul Ghurri

Ainul Ghurri

Jakarta

20 Februari 2018 14:28 WIB
Bisnis | Rilis ID
Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Drajad Wibowo. Foto: RILIS.ID/Ainul Ghurri
Rilis ID
Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Drajad Wibowo. Foto: RILIS.ID/Ainul Ghurri

RILISID, Jakarta — Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Drajad Wibowo mengatakan, selama tiga tahun pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, jumlah penduduk bekerja lebih rendah dibanding pemerintahan SBY-Budiono. 

Menurutnya, pada masa pemerintahan Jokowi-JK hanya berhasil menciptakan 426 ribu lapangan kerja. Sedangkan di era SBY-Budiono sebanyak 467 ribu lapangan pekerjaan.

"Masa pemerintahan Jokowi-JK sebanyak 2,13 juta penduduk yang bekerja per tahun. Sedangkan di era pemerintahan SBY-Budiono mencapai 2,87 juta penduduk per tahun," ujarnya dalam dialog "Mampukah Pemerintahan Jokowi-JK Ciptakan Lapangan Kerja" di Kantor Indef, Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Drajat menjelaskan, hitungan tersebut berdasarkan data Indef yang diolah dari data Badan Pusat Statistik (BPS). 

Dengan perhitungan rasio penciptaan kerja dengan tambahan penduduk pekerja 1,0 persen pertumbuhan ekonomi. 
Pertumbuhan meningkatkan penduduk bekerja sebanyak 450 ribu penduduk. 

"Yang sangat penting untuk dievaluasi itu kemampuan pemerintahan ini dalam menyerap tenaga kerja," ungkapnya.

Drajad menilai, kunci untuk mengatasi kemiskinan dan ketimpangan pendapatan ekonomi adalah pekerjaan. 
Menurutnya, penciptaan pekerjaan merupakan pengubah ekonomi-politik yang sangat krusial.

"Pekerjaan adalah kuncinya, bukan dengan program seperti bantuan langsung tunai seperti KIP, karena itu hanya mengatasi sistemnya saja," katanya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya