Indonesia Angkat Tiga Topik Kerja Sama dengan Belanda

Elvi R

Elvi R

Jakarta

12 Maret 2020 08:36 WIB
Bisnis | Rilis ID
Indonesia Angkat Tiga Topik Kerja Sama dengan Belanda. FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
Indonesia Angkat Tiga Topik Kerja Sama dengan Belanda. FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Dalam rangka kunjungan Vice Minister Of Agriculture and Food Quality the Netherlands Mr. Jan-Kees Goet ke Jakarta, Indonesia sebagai Chair Global Research Alliance on Agricultural Greenhouse Gases melaksanakan Focus Group Discussion dengan Tema 'Circular Food System in Indonesia' Di Ruang 332, Gedung A Kementerian Pertanian.

Dalam laporan Kepala Balitbangtan, Dr. Fadjry Djufry selaku Chair of GRA pada 2019-2020 menyampaikan, saat ini aliansi riset ini telah memiliki 62 anggota negara. Tujuan pelaksanaan FGD hari ini diharapkan dapat menggali ide bersama counterpart Indonesia lainnya untuk dapat membangun 3 ide proyek yang akan diupayakan bersama, yaitu: Annual crop – Cattle integrated system, Oil palm – Cattle integrated system dan Rehabilitation of Ex-mined areas, atau pun usulan lainnya, ungkap Dr. Husnain yang hari ini bertindak selaku Vice Chair.

Kepala Balitbangtan dalam kesempatan lain menyampaikan, melalui FGD ini Indonesia berharap ada inisiasi kerja sama dengan Belanda yang dapat diimplementasikan di lapangan, disuatu kawasan. "Sehingga menjadi show window penerapan circular food system," jelasnya. 

FGD menampilkan 2 pembicara yaitu Dr. Jan Verhagen dari Wageningen dan Prof. Fahmudin Agus terkait dengan ide kerja sama bersama Belanda. Counterpart Indonesia yang ikut hadir dalam FGD antara lain, Balitbang Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta perwakilan Ditjen teknis Kementan. Pada kesempatan diskusi disampaikan bahwa nutrisi juga menjadi hal yang penting atas pemanfaatan lahan dari upaya pengelolaan lahan dengan minimal input. Jan Verhagen, mengungkap bahwa saat inipun di Belanda banyak menyoroti terkait dengan keamanan pangan daripada kecukupan pangan. 

“Upaya kerja sama dibidang emisi gas rumah kaca tidak saja ada ditataran produksi pertanian, namun juga di peternakan. Oleh karenanya menekan intensitas emisi dari pelaksanaan produksi pertanian amat penting,” ungkap Prof. Fahmudin Agus.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya