Harga Gula Naik, Martabak Manis pun Terasa Pahit

Yulianto

Yulianto

Waykanan

12 Maret 2020 11:07 WIB
Bisnis | Rilis ID
Widia, pedagang di Pasar KM2 Kecamatan Blambanganumpu, Waykanan. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Yulianto
Rilis ID
Widia, pedagang di Pasar KM2 Kecamatan Blambanganumpu, Waykanan. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Yulianto

RILISID, Waykanan — Harga gula pasir sejak dua pekan terakhir di Waykanan terus naik. Dari semula eceran Rp14 ribu per kilogram (kg), kini menjadi Rp18 ribu per kg.

Widia (31), pedagang di Pasar KM2 Kecamatan Blambanganumpu, menjelaskan untuk stok masih aman. Namun harganya terus merangkak.

”Kami ngambil digrosir sebelum ada kenaikan 13 ribu rupiah per kilogram. Kini menjadi 17 ribu per kilogram,” ungkapnya, Rabu (11/3/2020), diamini Yudi (54), pedagang di pasar sama.

Kenaikan ini otomatis berimbas pada pedagang jajanan yang menggunakan bahan gula pasir. Ahmad (32), pedagang martabak, misalnya.

”Kami sangat berat dengan kenaikan harga gula pasir saat ini. Sangat mempengaruhi omset pedagang kecil seperti kami. Mau manis martabaknya, tapi pahit harga gulanya,” keluhnya.

Untuk menjaga kualitas rasa, dia menggantikan gula dengan kental manis. Jika seharusnya menggunakan 2 kg gula pasir, kini cukup 1 kg.

”Dengan pertimbangan kental manis lebih murah dibandingkan 1 kilogram gula pasir,” pungkasnya. (*)

 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya