Enam Varietas Jeruk Lokal dari Balitbangtan Ini Enggak Kalah Lho dengan Kualitas Impor
Elvi R
Jakarta
RILISID, Jakarta — Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian terus berupaya menghasilkan varietas jeruk lokal yang tidak kalah dengan jeruk impor. Varietas baru tersebut diperoleh dari seleksi maupun hasil persilangan jeruk yang memiliki keunggulan.
Selama 2019, Kementerian Pertanian melepas varietas unggul baru jeruk sebanyak enam buah. Keenamnya yakni Topazindo Agrihorti, MTR 19, Orinda Agrihorti, Ortaji, Kertaji, serta Sinta Ponsoe. Berdasarkan informasi dari Balai Penelitian Jeruk dan Buah Sub Tropika (Balitjestro) Malang, berikut adalah deskripsi singkat keenam jeruk baru tersebut.
1. Topazindo Agrihorti
Varietas ini merupakan kelompok jeruk keprok dengan rasa manis asam segar. Lalu buah masak warna kuning kehijauan dengan warna daging oranye, berbiji sedikit, mengandung vitamin C 17.1 – 17.2 (miligram per 100gram). Varietas ini juga dapat berbuah sepanjang tahun.
2. Varietas MTR 19
Yakni jenis jeruk pamelo atau di Indonesia lebih dikenal dengan jeruk Bali. Keunggulan MTR 19 rasanya manis dengan total padatan terlarut 9 – 11,3 brix. Kandungan air 83,84 – 88,30 persen dan kandungan vitamin C 22,52 – 45,68 miligram per 100gram.
3. Orinda Agrihorti
Berasal dari keluarga jeruk Keprok yang memiliki adaptasi di dataran tinggi. Jeruk ini memiliki rasa manis asam segar dengan warna daging buah oranye dan cocok dimakan sebagai buah segar. Penciri dan keunggulan utama dari buah ini adalah warna kulit buah oranye keabu-abuan dengan permukaan berpori halus dan memiliki ukuran 108 – 190 gram per buah serta berbiji sedikit.
4. Ortaji
Memiliki ciri ukuran buahnya cukup besar berkisar antara 321 – 508 gram per buah, memiliki warna kulit buah kuning – oranye dengan rasa manis sedikit asam. Ciri utama lainnya adalah sedikit berbiji dan mempunyai sifat berbunga sepanjang tahun.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
