Dolar AS Melonjak 'Pimpin' Mata Uang Lain, Indonesia Tembus di Atas Rp15.000
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Mata uang dolar AS melonjak terhadap beberapa mata uang lain pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Hari ini kurs dolar terhadap rupiah masih akan diatas Rp15.000, Kamis pagi (19/3/2020) tercatat masih di sekitaran Rp15.200 per dolar.
Dolar AS telah melonjak terhadap mata uang mitranya dalam beberapa hari terakhir meskipun ada dua penurunan suku bunga darurat oleh Federal Reserve AS bulan ini, yang telah membawa suku bunga AS turun ke nol. Indeks dolar naik lebih dari enam persen selama tujuh sesi perdagangan terakhir.
Lonjakan dolar dipicu perusahaan dan investor yang khawatir dengan wabah COVID-19 sehingga menyerbu mata uang AS yang dianggap aman.
Investor melikuidasi hampir semuanya aset mereka untuk uang tunai, menaikkan nilai dolar dan biaya meminjam greenback di luar negeri.
"Investor dan perusahaan memperlakukan dolar Amerika dengan cara yang sama, memborongnya dengan status sangat likuid," kata Joe Manimbo, analis pasar senior, di Western Union Business Solutions di Washington, seperti dikutip oleh Reuters.
Banyak mata uang mencapai posisi terendah multi-tahun terhadap dolar, termasuk pound Inggris, dolar Australia, dan dolar Selandia Baru.
Dolar Australia merosot ke level terendah 17-tahun baru 0,5702 dolar pada Rabu (18/3/2020), sementara dolar Selandia Baru menyentuh level terendah 11-tahun dekat 0,5697 dolar. Sterling jatuh 3,73 persen menjadi 1,16 dolar, terendah sejak yang disebut flash crash pound pada Oktober 2016.
Bahkan mata uang lain yang dipersepsikan safe-haven melemah terhadap greenback, dengan yen Jepang turun 0,4 persen dan franc Swiss turun sekitar 0,8 persen.
Dolar Kanada melemah ke level terendah empat tahun terhadap greenback pada Rabu (18/3/2020) karena harga minyak jatuh.
Dolar makin kuat karena pedagang berharap akan lebih banyak upaya-upaya dari pemerintah Amerika untuk meredam kerusakan ekonomi dari virus corona.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
