Dari PTPN VII Unit Kedaton untuk Ban Kelas Dunia
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Di bangku tunggu kru truk pengangkut lateks Pabrik Karet PTPN VII Unit Kedaton, Budiono memainkan hp Androidnya, Kamis, awal Juni 2020 lalu.
Kernet berusia 23 tahun itu sedang mengantre untuk menumpahkan muatan karetnya untuk diolah. Waktu tunggu yang cukup lama itu ia gunakan untuk bermain game.
Keasyikan Budiono menarik perhatian Kliman. Mandor pengolahan yang menjadi penjaga mutu olah karet di pabrik itu memang tidak terlalu ketat jadwalnya. Beberapa jeda dia gunakan untuk akrab dengan kru truk yang menjadi mitranya.
Hari itu, Budi seperti kelewat asyik dengan game balap mobil Formula 1. Saking asyiknya, sapaan Kliman seperti tak terdengar. Tak ayal, Kliman mendekat dan menyaksikan apa yang dimainkan di layar monitor hapenya.
“Asyik amat, Bud mainnya sampai nggak denger dipanggil. Itu main apa, kamu?” tanya Kliman.
“Balap mobil, Lik,” jawab Budi dengan tetap menjalankan game. Budiono biasa menyapa Kliman dengan sebutan Lik yang dalam bahasa Jawa berarti paman.
“Eh, kamu tahu enggak Bud. Ban yang dipake untuk balap mobil itu dari sini, itu?” Kliman menegaskan.
Serasa kaget, Budi menghentikan permainan dan mengejar pernyataan Kliman. Dan, dengan yakin, Kliman menjelaskan bahwa ada campur tangan mereka para pekerja di kebun dan pabrik karet PTPN VII Unit Kedaton dalam balapan kelas dunia itu. Yakni, ban yang digunakan untuk balapan itu salah satunya dibuat dari karet yang mereka hasilkan. Sebab, kata Kliman, karet olahan yang dihasilkan Pabrik Unit Kedaton memiliki kualitas sangat baik dan sangat diminati pembeli dari luar negeri.
Pernyataan Kliman itu tak ditampik Willy Mulyawan, Manajer PTPN VII Unit Kedaton. Didampingi Into Indrady, Asisten Teknik dan Pengolahan di Unit Kedaton, ia mengatakan produk karet olahan yang dihasilkan memiliki kualitas terbaik di kelasnya.
“Di PTPN VII dan di Holding Perkebunan, produk dari kami masih lebih unggul. Stok kami juga cepat habis karena buyer sangat meminati. Kami ekspor ke Cina. Yang saya dengar, buyer Cina itu adalah pemasok bahan baku peralatan otomotif merek-merek terkenal dunia,” kata Willy.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
