Combine Multikomoditas, Si Mesin Panen yang Mudahkan Petani
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Kebutuhan akan penggunaan mesin panen, khususnya jagung sudah tidak bisa ditunda lagi seiring berkurangnya tenaga panen di daerah.
Karena itu, Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) membuat Combine Multikomoditas.
Menariknya, combine ini juga bisa digunakan dalam pemanenan padi sehingga lebih efektif.
Selama ini, proses pemipilan menjadi bagian kritis dalam pascapanen jagung dan potensi kehilangan hasilnya bisa mencapai 8 persen.
“Proses pemanenan umumnya juga dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu yang lama dan tenaga kerja yang tidak sedikit. Jadinya agak sulit untuk memenuhi kebutuhan permintaan jagung yang tinggi,” ungkap perekayasa mesin dari Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan), Sigit Triwahyudi.
Karena itu, BBP Mektan mengadopsi mesin panen melalui kegiatan redesign dan reversed engineering dari mesin combine panen mesin padi.
Modifikasi pada bagian pengarah (reel guide), pisau statis, perontok (threshing) dan bagian pembersih (cleaning) dengan menggunakan bantuan software CAD.
Prinsip kerja mesin combine harvester melalui beberapa tahapan yaitu menggaet dan mengarahkan tanaman menuju bagian pemotong (reel), memotong batang jagung (cutting platform), merontokkan bulir jagung dari tongkolnya (threshing), memisahkan jagung dan kotoran (separation and cleaning) dan memotong atau menghancurkan batang jagung (chopping).
Mesin ini memiliki spesifikasi dimensi 4.350x2.270x2.280 milimeter dengan bobot 2.150 kilogram, lebar kerja 160 centimeter denggan 3 baris pemotongan tanaman jagung, tenaga penggerak motor diesel 43 HP, serta menggunakan roda krepyak (crawler) dari karet sehingga cocok digunakan untuk lahan agak basah maupun lahan kering.
Hasilnya, mesin pemanen ini mampu digunakan selama 5 hingga 10,56 jam per hektare pada kecepatan kerja 1,1 hingga 1,50 kilometer per jam, tingkat kebersihan antara 96,03 hingga 99,74 persen, tingkat kerusakan biji antara 0,52 hingga 1,70 persen dan susut hasil (losses) berkisar antara 2,50 hingga 2,79 persen.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
