Combine Multikomoditas, Si Mesin Panen yang Mudahkan Petani
Anonymous
Jakarta
Modifikasi Kedua
Meskipun telah berhasil membuat mesin combine yang efisien, perekayasa dari BPP Mektan terus berusaha membuat modifikasi mesin combine yang lebih efisien.
Dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas kerja di bawah 6 jam per hektare dengan mempercepat kecepatan maju combine di atas 2 kilometer per jam.
“Kita sebut mesin pertama itu sebagai prototipe 1 dan kita sedang buat prototype 2 dengan modifikasi tertentu,” tuturnya.
Adapun Modifikasi pada prototipe II dilakukan dengan mengganti pisau statis dengan memajukan posisi cutter bar 400 milimeter dari posisi awal.
Alat ini kemudian dilakukan ujicoba untuk mengetahui kinerja mesin secara nyata di lapangan dengan beberapa kondisi lahan yang berbeda.
Uji kinerja prototipe mesin panen dilakukan di Jawa Tengah dan Banten.
Pada pengujian unjuk kerja di Klaten (Jateng), pada kondisi kadar air jagung 25,27 persen, didapatkan kapasitas kerja sebesar 5,09 jam per hektare pada kecepatan kerja 2,24 kilometer per jam, dengan kondisi hasil panen tingkat kebersihan 99,66 persen tingkat kerusakan biji 1,20 persen dan susut hasil (losses) sebesar 2,58 persen.
Sedangkan dari uji di Grobogan (Jateng) dihasilkan kondisi kadar air jagung 24,95 persen dengan kondisi jagung dipotong pucuknya.
Didapatkan kapasitas kerja sebesar 5,36 jam per hektare pada kecepatan kerja 2,22 kilometer per jam dengan kondisi hasil panen tingkat kebersihan 99,47 persen, tingkat kerusakan biji 1,29 persen dan susut hasil (losses) sebesar 2,84 persen.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
