UIN RIL Siapkan Kemandirian BLU Lewat Layanan Haji dan Umroh Serta Penguatan Ekonomi Umat
Fi fita
Bandar Lampung
“Pesan dari Sekjen tentang kekosongan ketersediaan tenaga profesional untuk menangani potensi dana umat, khususnya adalah di bidang ziswaf, filantropi Islam lainnya,” katanya.
Rektor mendorong seluruh unit untuk mulai merancang pengembangan program studi yang relevan dan marketable.
“Saya minta, menjadi prioritas utama oleh dekan dan direktur pascasarjana untuk memikirkan bagaimana cikal bakal kelembagaan ini di bawah komando WR I, utamanya rintisan pembukaan prodi-prodi yang benar-benar marketable dan applicable,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengembangan kelembagaan membutuhkan sinergi seluruh bidang.
“Bidang I ingin buka prodi baru, Bidang II juga harus mempersiapkan dananya, SDM-nya. Pun dengan bidang III juga harus memikirkan alumni, kelulusan persiapan kerja, dan lainnya,” katanya.
Prof Wan juga mengingatkan agar capaian yang telah diraih tidak membuat lengah.
Ia menyebut jumlah guru besar yang masih perlu ditingkatkan serta perlunya terobosan dalam pengembangan program studi.
“Kalau kita cepat puas, kita tidak maju-maju,” tegasnya.
Melalui forum raker ini, Rektor berharap seluruh jajaran dapat memanfaatkan momentum untuk merancang langkah strategis ke depan, termasuk dalam penguatan layanan haji dan umroh sebagai bagian dari kontribusi kampus bagi umat. (*)
Uin ril
universitas Islam Negeri lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
